35 Anggota DPRD Kota Ambon Ditantang Lakukan Swab

35 Anggota DPRD Kota Ambon Ditantang Lakukan Swab

Agustus 18, 2020 0 By admin

AMBON,FM,- 35 Anggota DPRD Kota Ambon yang telah kembali dari perjalanan dinas di ibukota, ditantang agar dapat melakukan uji swab guna memastikan apakah terbebas dari bahaya covid 19 ataukah tidak. Hal ini sejalan dengan munculnya penyebaran virus corona terutama pada klaster perkantoran.

35 anggota DPRD kota Ambon dalam melakukan perjalanan dinas adalah ke lokasi zona merah yang sementara dalam masa transisi keempat dengan aktifitas yang sangat longgar. Oleh karena itu bisa dibilang tantangan terbesar adalah apakah setiap anggota DPRD memproteksi diri dalam aktifitas perjalanannya di luar daerah itu ? Jika tidak secara tidak langsung mereka dianggap membawa bibit virus masuk ke kota Ambon.

Menyikapi itu, Anggota DPRD Kota Ambon asal Partai Nasdem, Mourits Tamaela mengaku, secara pribadi dirinya sudah melakukan rapid tes setelah kembali dari ibukota dan dalam sehari dua, akan melakukan swab secara mandiri untuk memastikan dirinya tidak terpapar Corona. Bahkan secara terbuka dirinya menantang seluruh anggota DPRD kota Ambon untuk ikut Rapid tes dan swab.

Tamaela menyatakan, untuk memproteksi diri siapapun dia, dalam tugas kerja keluar daerah, setelah kembali mestinya di rapid tes kalaupun perlu di swab.

“Untuk memproyeksi diri, mestinya untuk memproteksi diri, ketika kembali dari luar daerah harusnya di rapid, karena daerah yang dituju adalah zona merah, tentu sangat rawan ketika kita tidak memproteksi diri anggap saja secara tidak langsung kita telah membawa bibit bibit virus,” ungkap Tamaela kepada wartawan di Baileo Rakyat-Belso Ambon, Selasa (18/08/2020)

Secara pribadi, lanjut Tamaela, setelah pulang beta sudah langsung melakukan rapid tes, bahkan tidak satupun anggota keluarga yang kontak fisik dan setelah hasil rapidnya keluar puji Tuhan non reaktif.

Dia mengaku, sangat siap untuk melakukan uji swab sesuai dengan aturan jika nantinya haslinya negatif maka syukur puji Tuhan tetapi apabila hasilnya positif, dirinya akan tetap masuk isolasi sesuai dengan protap kesehatan dan akan berani menyampaikan ke publik.

“Pejabat daerah atau pejabat publik lainnya harusnya menyampaikan hal edukatif kepada masyarakat sebelum mengkritisi dengan lantang, karena sebelum kita mengajak masyarakat mestinya kita dulu yang jadi contoh,” tuturnya (FM-09)