700an Anak SMTPI Jemaat Imanuel Amahusu Gelar Karnaval Sambut Minggu adventus
November 29, 2024AMBON, fokusmaluku.com- Sebanyak 700an anak Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) Gereja Protestan Maluku ( GPM) Jemaat Imanuel- Amahusu yang terdiri dari 33 unit, 9 Sektor menggelar karnaval pada area lokasi gereja dimaksud, dibawah sorotan tema natal ” Yesus datang semua orang menerimaNYA, diberiNYA kuasa menjadi anak- anak Allah” (29/11/2024)
Selain anak- anak SMTPI, turut hadir juga orang tua, para pengasuh, paduan Terompet dan Tim paduan Totobuang.
Pendeta jemaat, Yani Soplanit kepada fokusmaluku.com disela-sela karnaval dimaksud menyebutkan, menyongsong minggu adventus, Jemaat GPM Imanuel Amahusu yang terdiri dari 9 sektor diantaranya:
Sektor Ora et Labora, sektor Siloam, sektor Efata, sektor Sion,sektor Zaitun,sektor Getsemani, Sektor Gideon, Sektor Tiberias, dan Sektor Ebenhezer melaksanakan kegiatan pencanangan minggu-minggu adventus dan Natal tanggal 29 November 2024.
Karnaval ini menampilkan berbagai atribut atau seragam profesi dan gembala dengan maksud agar anak- anak juga mengerti bahwa kelahiran Yesus itu dimulai dengan gerakan iman untuk berjalan bersama dengan Tuhan Yesus dalam perayaan minggu-minggu adventus.
Diakuinya, usai kegiatan karnaval dimaksud anak-anak akan kembali dilanjutkan dengan kebaktian pada pukul 19.00Wit dihadiri oleh jemaat.
Tambahnya, ada kesan yang bai dan luar biasa dalam memasuki natal. Dengan demikian tergambar jelas bahwa gereja tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan jemaat, orang tua dan pengasuh.
“Support anak-anak sangatlah luar biasa,Ini bukti gereja tidak dapat berjalan sendiri,” ucapnya.
Diharapkan, anak-anak ini dapat menjadi generasi gereja protestan Maluku yang hebat dan luar biasa untuk kemuliaan nama Tuhan.
Senada dengan itu, Ketua komisi anak dan remaja jemaat GPM Imanuel Amahusu, Lina Waas menyatakan, anak anak sangat antusias dalam mengikuti kegiatan di hari ini.
Dirinya yakin dan percaya dengan adanya karnaval ini anak-anak akan terus bersinergi membuat yang terbaik dalam jemaat, karena tanpa anak- anak sia-sia. Karena anak anak antusias, kami para pengasuh juga harus bergembira dan bersukacita untuk tetap bersama mereka. (Eda L)


