Mahasiswa Bursel Demo di Gedung DPRD Maluku

Mahasiswa Bursel Demo di Gedung DPRD Maluku

Juni 1, 2025 0 By admin

AMBON, fokus.maluku.com- Sejumlah mahasiswa dari Kabupaten Buru Selatan (Bursel) yang tergabung dalam aliansi mahasiswa peduli adat dan lingkungan, menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Maluku, dan diterima oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku, Richard Rahakbauw Rabu (14/5/2025).

Pendemo ini memprotes dugaan pengrusakan makam leluhur oleh pihak perusahaan PT Wahana Adi Prima .Mandiri

Dalam orasi tersebut, para mahasiswa menuntut untuk segera memanggil Direksi PD Panca karya untuk mencabut ijin PT Wahana Adi Prima Mandiri kami menduga operasi perusahaan secara ilegal.

Mendesak PD Panca karya untuk segera menghentikan segala aktivitas di areal lahan masyarakat adat, karena lokasi tersebut merupakan tempat sakral masyarakat adat di kecamatan Waisama.sekaligus melakukan evaluasi kinerja Manager PT Wahana Adi Prima Mandiri, karena telah menggusur kuburan (tempat keramat) masyarakat adat di desa Kayu Putih Kecamatan Waisama Kabupaten Buru Selatan.

Mendesak Direksi PD Panca karya untuk bertanggung jawab atas penggusuran kuburan keramat masyarakat adat didesa kayu putih Kecamatan Waisama Kabupaten Bursel.

Wakil ketua Komisi III Richard Rahakbauw menjelaskan tuntutan aksi demo intinya berkaitan dengan Pengerusakan kuburan keramat itu oleh PT Wahana Adi Prima Mandiri sehingga kuburan tersebut rusak.

Politisi partai Golkar ini mengaku DPRD Maluku akan menindaklanjuti tuntutan mereka pasti jalan, mengingat saat ini dewan sedang melakukan pengawasan terhadap program dan kegiatan yang dijalankan oleh pemerintah Daerah pada tahun 2024.

Nantinya, setelah mereka kembali kita rapat paripurna 20 Mei 2025 dan menentukan agenda selanjutnya termasuk memanggil direktur PD PancaKarya,”kata Rahakbauw.

Dia memastikan, ketika memanggil Direktur PD Panca Karya, para mahasiswa juga diundang untuk mengikuti rapat bersama.”Jadi tolong tinggalkan nomor handphone agar bisa dihubungi. Kami pastikan aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti,” (**)