Kekuatan Promosi, Mampu Tembus Pasar Dunia
Oktober 15, 2025Ambon,fokusmaluku.com-Ternyata tanpa disadari kekuatan promosi akan sangat membantu suatu karya menembus pasar dunia. Hal inilah yang mesti dilakukan bagi Usaha Mikro Kecil dan memengah di Maluku, karena bagaimanapun juga jika sebuah karya kreatif lokal yang dianggap menarik dan memiliki daya tarik tradisi yang unik tetapi jika tidak dibarengi dengan promosi tentu akan sangat sia-sia.
Tak hanya itu, diperlukan juga keuletan dan kesabaran demi mencapai hasil yang maksimal.
Berkaca dari bisnis tenun lokal fenissa 05 milik Lindayati
Yang berlokasi di jalan. Telegraph IIIBlok C3 noor 55,kelurahan Berua,Kecamatan Tamalate,Makasar provinsi Sulawesi Selatan dikenal karena inovasi serrta kualitas produknya yang telah menembus pasar nasional bahkan internasional.
Ketika diwawancarai awak media di galeri butik tenunnya, Kamis (9/10/2025) Lindayati menyatakan, karya lokal dari daerah yang sangat kecil janganlah dianggap biasa, jika kita mampu menawarkan karya inovatif disusul dengan promosi serta keuletan akan mampu membawa produk lokal yang dimiliki sehingga tampil go internasional
Lindayati menuturkan, Produk-produknya kini dipasarkan melalui media sosial dan WhatsApp, dengan harga mulai dari Rp.250 ribu hingga Rp3,5 juta tergantung ukuran dan kerumitan motif. “Kebanyakan pembeli dari Bali, Jakarta, dan juga kolektor kain. Bahkan pernah ada yang dikirim ke luar negeri lewat pameran,” ungkapnya
.Menurutnya, promosi dalah kekuatannya dalam mengembangkan usaha yakni dengan menggunakan media sosial seperti instagram, tik tok dan video story telling yang diposting.
Atas hasil yang diraihnya itu, mesti menjadi contoh bagi usaha kecil menengah di Maluku agar dapat lebih dari produk fanissa 05 yang menjadi produk kebanggan di Sulawesi Selatan.
Provinsi Maluku juga memiliki produk tradisi lokal yang tidak kalah bersaing dengan yang dimiliki di Sulsel, yakni Tenun ikat Tanimbar asal tim penenun dari Desa Olilit Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) yang dibuat dengan menggunakan bahan alami seperti kapas dan sutra.
Kain ini kaya akan motiv dan makna simbolis, seperti motiv bunga anggrek yang melambangkan kecantikan dan keagunan.proses pembuatannya memakan waktu lama dan sering kali dilakukan secara manual, menghasilkan berbagai produk selain kain yakni tas,dasi dan pakaian adat.
Jika dalam teknis pembuatannya, tenun ikat tanimbar dibuat dengan cara diikat dan diwarnai benangnya sebelum ditenun. Produk ini sering digunakan sebagai fasion dan keperluan adat.
Penenun Maluku butuh support bukan hanya soal dana, melainkan dukungan moril dan kerjasama dalam mendukung proses panjang yang dilalui sebelum laku dijual di dunia dan diterima oleh semua kalangan masyarakat.
Seperti contoh, mensupport kemasan produk yang menarik dan berkualiats, membantu memfasilitasi dalam pelatihan kepada para pelaku usaha kecil.
Nama Bank Indonesia masih menjadi yang pertama disebut oleh para pelaku usaha kecil pemula. Bahkan terbilang menjadi penyemangat dan supporting terbaik saat ini, karena memiliki konektifitas hati dengan warga masyarakat terutama para pengusaha kecil pemula yang merintis karier dan usaha mulai dari nol.
Kehadiran Bank Indonesia bukan hanya sebagai lembaga keuangan melainkan juga memberikan dukungan kepada masyarakat dari sisi pemberdayaan.paling tidak hasilnya dapat jelas terlihat, salah satunya penambah pendapatan dan perluasan akses terhadap ekonomi masyarakat.
Dukungan pemerintah daerah Maluku juga sangat diharapkan dengan cara memberikan suntikan dana pemerintah untuk para pelaku UKM sehingga tidak terputus produk yang dihasilkan, membantu membuka ruang promosi yang luas dalam bentuk keikutsertaan pada pameran-pameran besar pemerintah dan pemerintah juga harus membeli produk yang dihasilkan dari masyarakat.bahkan jadikan hasil karya masyarakat sebagai souvenir atau oleh-oleh khas Maluku. Eda L


