Pemkot Gelar High Level Meeting Tingkatkan ETPD Khusus UMKM

Pemkot Gelar High Level Meeting Tingkatkan ETPD Khusus UMKM

April 2, 2026 0 By admin

AMBON, fokusmaluku com- Pemerintah kota Ambon menggelar High Level Meeting peningkatan transaksi Elektronifikasi Transaksi pemerintah daerah ( ETPD) khusus bagi pelaku para pelaku UMKM di kota Ambon, yang dipusatkan di ruang Vlisingen Balai kota Ambon, Senin (09/03/2026)

Kegiatan HLM ini didukung penuh oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku untuk mendorong para pelaku UMKM dapat menggunakan QRIS saat konsumen atau pelanggan melakukan transaksi pembayaran.

Digitalisasi pembayaran ini tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga menyangkut kepercayaan dalam bertransaksi.

Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta dalam sambutannya menyampaikan pemanfaatan Ruang Terbuka Publik (RTP) sebagai penopang ekonomi kreatif di Kota Ambon saat ini difokuskan pada beberapa lokasi, yakni RTP Wainitu, RTP Air Salobar, dan RTP Amahusu.

Kegiatan ini sekaligus mengajak serta pelaku UMKM dalam hal Digitalisasi Pembayaran dan Perlindungan Konsumen serta Akselerasi Akuisisi QRIS bagi Pelaku UMKM di Kota Ambon

UMKM di lokasi tersebut diintegrasikan dengan sektor lain seperti musik, seni, dan budaya di ruang publik untuk menciptakan pusat ekonomi baru di Kota Ambon.

Pengelolaan ruang terbuka publik tersebut dilakukan oleh Tim Pemanfaatan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Publik Kota Ambon (TERAKOTA). Pembentukan tim ini merupakan upaya pemerintah dalam mendorong peran pemuda dalam industri kreatif yang juga menjadi bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Ambon.

Toisutta meminta Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui digitalisasi pembayaran (QRIS). Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga menyangkut kepercayaan dalam bertransaksi.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya fokus pada akuisisi atau pendaftaran QRIS saja, tetapi juga menekankan pentingnya perlindungan konsumen,” tandasnya.

Ia berharap para pelaku UMKM dapat memahami cara bertransaksi digital secara aman, melindungi data usaha dan pelanggan, serta mampu menghindari berbagai modus penipuan yang memanfaatkan teknologi digital.

Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang menggunakan sistem pembayaran non-tunai, diharapkan UMKM di Kota Ambon semakin berdaya, efisiensi usaha meningkat, serta jangkauan pasar menjadi lebih luas.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Dicky R. Afriyanto mengatakan digitalisasi pembayaran merupakan bagian dari upaya mendorong transparansi, akuntabilitas, serta pergerakan ekonomi di daerah.

Dijelaskan, kegiatan tersebut pihaknya juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BUMN dan perbankan, untuk mengakuisisi pelaku UMKM agar menggunakan QRIS di sejumlah lokasi usaha.

Afriyanto mengatakan UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Struktur ekonomi Indonesia sangat didorong oleh UMKM, dan sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” jelasnya.

Dirinya berharap, sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Kota Ambon, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat guna mendorong digitalisasi ekonomi di daerah. (**)