75 Personil Ikut Tes Kesamaptaan Jasmani Seleksi PAG dan SBP

75 Personil Ikut Tes Kesamaptaan Jasmani Seleksi PAG dan SBP

Oktober 7, 2026 0 By admin

AMBON, fokusmaluku.com– Sebanyak 75 personel Polri mengikuti tes kesamaptaan jasmani sebagai bagian dari rangkaian seleksi Sekolah Perwira Alih Golongan (PAG) Tahun Anggaran 2026 dan Sekolah Bintara Polri (SBP) Tahun Anggaran 2027 di Panda Polda Maluku.

Tes kesamaptaan jasmani tersebut dilaksanakan Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Maluku di Lapangan Letkol Pol. Chr. Tahapary, Ambon, Rabu (7/10/2026) mulai pukul 06.00 WIT.

Pelaksanaan tes dipimpin langsung Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Dicky Irawan Kesuma, S.I.K., M.Si., bersama Kabiddokkes Polda Maluku. Kehadiran unsur SDM dan kesehatan tersebut sekaligus memastikan rangkaian tes dapat dilaksanakan sesuai mekanisme serta memperhatikan kondisi kesehatan peserta.

Dari 75 peserta, sebanyak 45 personel mengikuti seleksi PAG, terdiri atas 43 personel Polki dan 2 personel Polwan. Sementara 30 personel mengikuti seleksi SBP, terdiri atas 25 personel Brimob, 4 personel Polairud Polda Maluku, serta 1 personel Polairud KP. Yudistira Baharkam Polri.

Tes kesamaptaan jasmani menjadi salah satu tahapan untuk mengukur kemampuan fisik peserta secara terukur. Materi yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, lari selama 12 menit, pull up selama satu menit, sit up selama satu menit, push up selama satu menit, serta shuttle run.

Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Dicky Irawan Kesuma menekankan kepada seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan dengan serius dan tidak menganggap tes kesamaptaan jasmani sebagai formalitas.

Ia juga mengingatkan peserta untuk memahami kemampuan fisik masing-masing serta tidak memaksakan diri apabila mengalami kondisi kesehatan yang tidak stabil.

“Laksanakan tes kesamaptaan ini dengan baik dan sungguh-sungguh. Ikuti seluruh mekanisme yang telah ditetapkan dan jangan melakukan hal-hal yang dapat menggugurkan diri dalam proses seleksi,” tegas Dicky.

Menurutnya, peserta juga telah disiapkan petugas kesehatan untuk mengantisipasi kondisi yang membutuhkan penanganan selama pelaksanaan tes.

“Apabila merasa kondisi tubuh tidak stabil, jangan dipaksakan. Segera laporkan kepada panitia maupun petugas kesehatan yang telah disiapkan. Keselamatan peserta tetap menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.

Dicky menegaskan, standar kesamaptaan diberlakukan secara konsisten dalam berbagai jenjang pendidikan dan pengembangan karier Polri.

“Perlu dipahami bahwa tes kesamaptaan ini bukan sekadar formalitas. Mekanisme dan ketentuan diberlakukan secara sama sesuai standar yang ditetapkan, baik dalam seleksi SBP, PAG maupun jenjang pendidikan lainnya. Karena itu, seluruh peserta harus melaksanakannya dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani merupakan bagian dari proses pembinaan sumber daya manusia Polri yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan administratif, tetapi juga kesiapan personel dalam menjalankan tugas.

“Kesiapan fisik merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung profesionalisme anggota Polri. Karena itu, setiap tahapan seleksi harus dilaksanakan secara serius, objektif dan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Rositah.

Ia menambahkan, proses seleksi menjadi momentum untuk memastikan personel yang mengikuti pendidikan dan pengembangan karier memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

“Polda Maluku berkomitmen mendukung proses pembinaan SDM Polri yang berbasis kompetensi. Setiap peserta diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara objektif dan transparan,” jelasnya.

Rositah menilai kesiapan jasmani memiliki relevansi langsung dengan karakteristik tugas kepolisian yang membutuhkan mobilitas, ketahanan fisik dan kemampuan menghadapi berbagai situasi di lapangan.

“Polri membutuhkan personel yang memiliki kemampuan secara utuh, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, mental maupun kesiapan fisik. Seluruh aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia Polri yang profesional dan siap memberikan pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat,” katanya.(**)