Pemerintah Salurkan 3 Miliar, Bangun 186 Rumah Swadaya di Ambon

Agustus 2, 2019 0 By admin

AMBON, FM,-Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman RI, menggelontorkan anggaran senilai 3 Miliar lebih untuk membantu membangun 186 rumah swadaya di kota Ambon. melalui Dinas Perumahan Rakyat kota Ambon bantuan ini dikelola dan diserahkan kepada masyarakat penerima.

Bahkan sebagai bentuk realisasi, Walikota Ambon secara resmi telah menyerahkanbuku tabungab (Serbutab) Bantuan Rumah Swadaya (BRS) yang digelar pada salah satu hotel di kota Ambon, Jumat (02/08/2019)

Penerima bantuan adalah mereka yang telah lolos dalam berbagai tahapan, baik administrasi maupun teknis, yang dilakukan oleh tim teknis dan tenaga fasilitator lapangan.

Awalnya, sesuai laporan, tahun 2018 lalu, kota Ambon memperoleh bantuan sebanyak 82 unit rumah. Namun atas dukungan pimpinan daerah dan warga penerima bantuan,kota Ambon juga mendapat bantuan dari Kementerian Perumahan rakyat dengan nominasi pemerintah dengan kinerja terbaik pelaksana DAK Tahun 2018 Bidang Perumahan Rakyat se wilayah timur Indonesia.

Tahun ini Walikota Ambon mendapatkan alokasi bantuan 186 Unit rumah di tahun ini. tersebar pada 10 desa kelurahan. jumlah rumah dana bantuan swadaya Tahun 2019 sebesar 17.500.000, dengan perincian 15 juta untuk belanja barang dan 2,5 juta sebagai upah tukang.

Walikota Ambon, Richard Louhenpessy menyatakan, penyerahan bantuan dimaksud diberikan kepada masyarakat dimaksudkan agar ada keterbukaan.

“Ini adalah hak masyarakat dan harus diterima oleh masyarakat sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, yang dikoordinir oleh pemerintah sebagai wujud nyata realisasi amanat UUD Pasal 34 Tahun 1945,” akui Louhenapessy saat menyerahkan secara langsung tabungan kepada penerima MBR, pada salah satu hotel di kota Ambon, Jumat (02/08/2019)

Lanjutnya, Bantuan yang diberikan tersebut, semoga dapat digunakan secara baik, sehingga dapat menjadi sebuah rumah standar yang layak, meskipun memang dari jumlah belum terlalu cukup untuk sebuah bangunan rumah yang representatif.

“Pemerintah bermaksud, dari bantuan ini lantas ada bentuk bangunan yang diperbaiki dan direnovasi sehingga dapat dimanfaatkan secara baik, apalagi tidak semua keluarga memiliki kebutuhan yang sama, ada yang butuh atap, senk, triplek dan sebagainya,” bebernya. (FM-07)