Aksi ISOI Bersih Pantai Ambon, Hasilkan 3,3 Ton Sampah
November 9, 2019AMBON,FM.- Aksi bersih pantai yang dilakukan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI bersama Ikatan Sarjana Oseonologi Indonesia (ISOI) di pantai Ambon, menghasilkan 3,3 ton sampah, setelah tim berhasil melakukan aksi selama hampir 1 jam lebih, tepat di depan tanjung Martafons-DesaPoka, Kecamatan Baguala, kota Ambon-Maluku Sabtu (09/11/2019)
Aksi bersih pantai itu, dilakukan bersama Pemerintah kota Ambon dalam hal ini sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sejumlah komunitas lokal terkait lainnya.
Asisten Deputi Pendayagunaan IPTEK Maritim,dari kantor Kementrian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Dr Nani Hendiarti dalam sambutannya menjelaskan, aksi bersih pantai merupakan rangkaian lanjutan dari pertemuan ilmiah tahunan (PIT) ISOI XVI yakni “Gerakan Indonesia Bersih untuk Penanganan Sampah Laut” sampah yang terkumpul selanjutnya ditimbang dan diangkut ke lokasi pembuangan akhir.semua aktivitas dilakukan tanpa menggunakan sampah plastik.
Akuinya, masalah sampah adalah tanggung jawab bersama,karena sudah menjadi isu nasional dan global. Oleh sebab itu, harus segera ditangani, karena jika tidak akan berdampak negatif pada ekonomi (destinasi wisata bahari ) dan berdampak pada manusia.
beach clean up adalah sebuah langkah nyata, menjawab instruksi presiden tentang gerakan revolusi mental indonesia bersih, dan perpres penanganan sampah laut, untuk mengurangi dampak sampah plastik, yg ada di wilayah pesisir.
Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam sambutannya mengaku, turut memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan ini, mengingat Maluku memiliki laut yang demikian dua yaitu 92,4 persen sedangkan daratan hanya 7,6 persen dari luas wilayah administratif.
Selain itu Maluku merupakan salah satu provinsi yang bercirikan kepulauan di Indonesia yang terdiri dari 1340 pulau besar dan kecil. Kondisi ini menyebabkan daerah ini memiliki potensi sumber daya Kelautan dan Perikanan yang cukup besar.
Dijelaskan, pelaksanaan pertemuan ilmiah ini sangatlah penting, mengingat sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki potensi yang besar bagi sektor kemaritiman.
Untuk itu peningkatan kemajuan serta pemerataan pembangunan kemaritiman adalah hal yang utama. Oleh sebab itu, pertemuan ilmiah nasional tahunan ke-16 Ikatan Sarjana oseanologi Indonesia saat ini bukanlah kegiatan rutin semata akan tetapi hasil dari pertemuan ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah mengenai peran bidang kemaritiman dalam pembangunan indonesia.
Akuinya, potensi ekonomi maritim Indonesia terdiri dari kekayaan laut yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif berupa sumber daya alam yang dapat diperbaharui seperti sumberdaya ikan, terumbu karang, hutan, mangrove, rumput laut dan produk-produk bioteknologi.
selanjutnya ada sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak dan gas bumi, timah, biji besi bauksit dan mineral lainnya. terdapat juga potensi energi kelautan antara lain, pasang surut gelombang angin dan konversi energi termal lautan untuk menghasilkan energi listrik.
Potensi ekonomi kemaritiman Indonesia yang sangat besar di dukung dengan posisi strategi Indonesia, yang memungkinkan adanya perdagangan dunia di kawasan Asia Pasifik, karena melalui alur laut kepulauan Indonesia harus meningkatkan kualitas dan kinerja pelabuhan pelabuhan untuk menunjang hal dimaksud
Sektor Kelautan dan Perikanan merupakan salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam bidang kemaritiman sehingga pemanfaatan dan pengelolaan harus dilakukan secara bijak lestari dan berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat. (Eda)

