Pegadaian Ambon Gencar Sosialisasi Program Arrum Haji
November 20, 2019AMBON,FM.- Pegadaian Cabang Ambon secara gencar melakukan sosialisasi program Arrum haji kepada masyarakat, kali ini dilakukan kepada komunitas Islam,yang digelar di Wisma haji, Waiheru Kecamatan Baguala Kota Ambon, Selasa (19/11/2019) .
Program Arrum haji adalah layanan pembiayaan secara syariah yang memberikan kemudahan untuk mendapatkan porsi haji. dengan jaminan emas akan memperoleh tabungan haji yang dapat digunakan untuk mendapatkan porsi haji. Demikian ungkap Deputi Busnis Pegadaian area Ambon, Asih Subekti kepada wartawan usai kegiatan dimaksud.
Subekti menjelaskan, seminar yang dilakukan sebagai bentuk sinergitas antara pegadaian dengan kanwil kementerian agama provinsi maluku, guna memberikan edukasi kepada masyarakat tentang program arum haji di pegadaian, dengan waktu tunggu sekitar 11 tahun mendatang terhitung sejak melakukan pendaftaran.
Subekti menjelaskan, untuk memfasilitasi itu pegadaian memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin mendapatkan nomor porsi secara cepat, dengan jaminan 3,5 gram emas.
“Pegadaian sudah bisa membantu masyarakat yang berniat mengikuti umroh hanya dengan jaminan 3,5 gram emas, artinya pegadaian memberikan pinjaman kepada masyarakat sebesar 20 Rp. 35.000.000,”ungkap Subekti
Menurutnya, syaratnya saat jatuh tempo bisa diangsur selama 1 tahun sampai lima tahun setiap bulannya, ini sudah program nasional dari seluruh kantor cabang pegadaian di indonesia wajib melakukan program ini.
“Prinsipnya, program ini sangat membantu khususnya bagi masyarakat, semakin lama kita mendaftar makasih makin lama juga kita mewujudkan impian kita, semakin lama waktu tunggu kita,” tutur Subekti.
Untuk kota Ambon, tambah Subekti, program ini telah dilakukan sejak 2017, meskipun belum banyak masyarakat yang melakukan pendaftaran melalui jalur ini.walau demikian, pihaknya tetap melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Hingga saat ini, pihaknya mengincar berbagai komunitas muslim, melalui pengajian, majelis taklim, unsur pegawai dan masyarakat secara umum.
“Kami menargetkan di setiap sosialisasi dan edukasi yang dilakukan, ada lima sampai 10 orang yang mendaftar dan satu tahun sekitar 50 sampai 100 pendaftar,” demikian Subekti. (FM-08)
