Antisipasi Peredaran Uang Palsu, Darma Fokus Kenalkan Rupiah
November 24, 2019AMBON,FM.- Antisipasi peredaran uang palsu di Negeri Atiahu,Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang juga merupakan salah satu desa di pesisir yang memiliki hasil bumi melimpah seperti cengkeh, pala, coklat dan kopra.
Saat hasil panen tiba, masyarakat tidak lagi ke pusat kecamatan untuk menjual hasil, melainkan pendatang yang trun langsung ke masyarakat dan membeli.
Musim panen itulah yang mesti diantisipasi peredaran uang palsu.
“Sebagaimana kita tau, disini punya hasil hutan yang cukup banyak ada cengkeh, pala, kopra dan coklat. yang dikhawatirkan ketika musim tiba,justru dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dari luar untuk mengedarkan uang palsu tersebut,” Demikian ungkap Camat setempat Wandy Rumalolas kepada fokusmaluku.com disela-sela kegiatan ekspedisi kas keliling BI Maluku, Jumat lalu.
Rumalolas menjelaskan, meskipun hingga kini belum ada laporan uang palsu, namun tapi potensi itu tetap ada. apalagi saat ini semua daerah sudah ada yang namanya dana desa dan Alokasi dana desa, tentu perputaran uangnya cukup banyak hingga puluhan miliar tiap tahun, namun bisa juga dimanfaatkan oleh kelompok untuk menyisipkan uang palsu ke dalam uang rupiah yang asli.
Dirinya juga sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia Provinsi Maluku dan TNI AL karena telah datang bertemu masyarakat dan memberikan pemahaman, membagikan bantuan serta pengobatan secara cuma-cuma.
Salah satu Kasir Bank Indonesia, Darma justru lebih fokus memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat agar kenal secara baik keaslian uang rupiah, yang merupakan uang resmi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Akui Darma, rupiah adalah lambang kedaulatan NKRI, yang kedudukannya sama dengan Lagu kebangsaan. Oleh karena itu jangan disepelehkan.
Pengenalan uang rupiah dilakukan dengan cara 3D yakni, Dilihat, Diraba dan Diterawang.
Dilihat artinya, terdapat benang pengaman seperti dianyam, memiliki gambar perisai yang didalamnya berisi logo bank Indonesia yang akan berubah warna apabila dilihat dari sudut pandang berbeda (color shifting) terdapat gambar tersembunyi (Latent Image) yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.
Diraba artinya, hasil cetak terasa kasar, memiliki kode tuna netra atau Blind code berupa pasangan garis disisi kanan dan kiri uang.
Sementara diterawang artinya, terdapat tanda air atau Watermark berupa gambar pahlawan, serta memiliki Sling isi atau Rectoverso) dari logo BI yang dapat dilihat secara utuh.
Darma menjelaskan, di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dan kota Tual, pemerintah telah mengeluarkan Paeraturan Daerah ( Perda) khusus tentang penggunaan uang logam di daerahnya. Sehingga dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah. (FM-06)

