Butuh Kewaspadaan Dini, Tekan Angka DBD di Ambon
Februari 12, 2020AMBON,FM.- Butuh Kewaspadaan Dini dalam menekan angka Demam Berdarah (DBD) di kota Ambon, berbagai upaya sosialisasi telah dilakukan hingga level paling bawah di masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan kota Ambon, Wendy Pelupessy kepada awak media dalam keterangan persnya, Rabu (12/01/2020) menyatakan, berdasarkan pengalaman di tahun lalu terjadinya peningkatan jumlah kasus demam berdarah tepatnya di awal bulan Januari hingga pertengahan Maret tahun lalu, terjadi peningkatan kasus DBD sebanyak 38 kasus. belajar dari pengalaman itu, peran utama melakukan kewaspadaan dini dengan cara meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat melalui semua Puskesmas mulai dari akhir bulan Desember dan awal bulan Januari.
Pihaknya melakukan pemetaan pada lokasi yang mana merupakan wilayah yang terbanyak kasusnya dan setiap tahun terjadi seperti di Lateri, Karang Panjang, Poka, secara rutin dilakukan sosialisasi dan abatisasi selektif bagi daerah yang memang berpotensi DBD.
Sementara untuk daerah lain di kota Ambon juga disiapkan abate pada setiap Puskesmas. sehingga masyarakat yang membutuhkan abate dapat langsung mengambil di Puskesmas setempat.
Akuinya, beberapa hari lalu, pihaknya melakukan fogging sebanyak 3 kali yakni dua di daerah duriang patah dan satu di Talaha pange lantaran terjadi penemuan kasus.
“Fogging itu ada protabnya tidak sembarang kita melakukan pengasapan, 2 di duriang patah dan 1 di Talaha Pange. sementara daerah lain di berikan abatesasi. Fogging hanya dapat dilakukan apabila terjadi kasus kemudian dilakukan penyelidikan epidemiologi 100 meter dari kasus pertama jika di dapat juga terjadi kasus tentu langsung dilakukan fogging untuk mematikan nyamuk dewasa,” bebernya
Sementara untuk jentik nyamuk hanya dapat dilakukan dengan pembersihan sarang nyamuk, menyingkirkan barang bekas, menutup mengubur serta menguras.
DBD bukanlah barang baru, kembali ke perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan kebersihan lingkungan.
Bersih lingkungan yang telah dilakukan oleh pemerintah kota Ambon, harus diikuti oleh seluruh masyarakat yang berada pada lokasi-lokasi tempat tinggal, bukan hanya pegawai yang turun kerja bakti, bahkan sekarang juga sudah ada Sapa berlian Sabtu bersih lingkungan yang dilakukan di setiap tempat tinggal.
yang mestinya diwaspadai adalah pergantian cuaca pada musim pancaroba antara bulan Maret hingga Juni musim hujan kemudian berhenti masuk musim panas.
“Kaleng -kaleng, botol -botol yang di wadah terdapat air bersih,tentu jentik nyamuk akan sangat banyak, jentik nyamuk justru hidup biar bersih bukan air kotor, tempat-tempat penampungan air bersih seperti dispenser, fast fast jamban bunga juga harus dibersihkan,” ucap Pelupessy
Besar harapan tahun ini dan tahun mendatang nanti tidak ada lagi peningkatan kasus dan penderita DBD di kota ini.(FM-09)


