Siswa dan Guru Berkompetisi pada Gebyar Perpustakaan kota Ambon
Desember 8, 2021AMBON, FM, -Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Ambon menggelar gebyar perpustakaan tahun 2021.dengan tema “Pembelajaran Tatap Muka Terbatas” Yang akan berlangsung selama empat hari kedepan.
Dalam gebyar tersebut delapan lomba dilakukan diantaranya, lomba bertutur untuk tingkat SD/MI, Resensi buku untuk SMP/MTs, pidato untuk SMP/MTs, Essay bagi SMP/MTs, pemilihan duta baca untuk SMP/MTs, Jingle perpustakan untuk tingkat SMP/MTs, mendongeng untuk guru TK dan PAUD, bercerita dengan gambar untuk guru TK dan PAUD. Yang digelar pada salah satu hotel di kota Ambon, Rabu (08/12/2021)
Berbagai lomba tersebut menghadirkan tiga dewan juri yakni Ilona Salhuteru dari IAKN Ambon, Rudolf wattimena dari IAKN dan Merlin Rutumalessy dari FKIP Bahasa Indonesia Universitas Pattimura Ambon.
Dalam pandemi seperti ini, pihak perpustakaan melakukan seleksi awal kepada peserta dengan cara mengirim video kepada pihak panitia untuk dilakukan seleksi.sehingga penampilan yang saat ini dilakukan hanyalah mereka yang terpilih untuk mengikuti grand final. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi jumlah orang pada lokasi kegiatan.
“Penampilan siswa awalnya sudah dilakukan seleksi sekarang hanya tersisa 21 orang yang mengikuti grand final dari total 127 peserta.
Sementara yang mendongeng yang ikut 30 peserta sementara yang lolos hanya 9 orang,” Akui panitia pelaksana, Edwin Manuhutu kepada wartawan disela-sela perlombaan dimaksud.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Ambon, Petrus Pattiasina dalam sambutannya menyebutkan lomba ini sudah dilakukan secara rutin dan setiap tahun akan tetap dilaksanakan guna memberikan motivasi kepada anak untuk rajin membaca.
Akuinya, sejumlah riset bagi Indonesia telah dilakukan dan menetapkan Indonesia peringkat Kedua terakhir tentang gemar membaca dari 61 negara Indonesia urutan ke 60 versi UNESCO.
“Ukuran mereka adalah menggunakan standar negara maju artinya orang membaca 6-8 jam sementara di Indonesia hanya 2-4 jam pernah hari, ” Tuturnya.
Perpustakaan, tambah Pattiasina, akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk membuat anak-anak gemar membaca, mereka dimotivasi secara baik mulai dari keluarga. Cara ini juga dilakukan agar dapat mempersiapkan anak pada tahun depan mengikuti kompetisi baik di daerah maupun nasional.
Upaya mengajak masyarakat untuk membaca dilakukan melalui berbagai cara salah satunya adalah melalui program pojok baca, kuncinya adalah anak-anak harus dibiasakan untuk membaca sejak dini agar mindset dan cara berpikir mereka berbeda.
“Anak-anak harus rajin membaca ya, modal keberanian ya tetapi mood pengetahuan yang lebih penting.karena pada iven ini juga kalian akan dilatih berani di depan publik.persoalan juara itu nanti karena itu hanya bonus tetapi yang ditampilkan adalah sesuatu yang dapat terus menjadi motivasi di kemudian hari.berkompetisilah yang sehat, yang lebih jangan iri tetapi harus belajar dari kesalahan untuk lebih maju. (FM-06)
