BKKBN Berkolaborasi Lakukan Rembuk Stunting di Ambon
Desember 9, 2021AMBON, FM,- BKKBN baik provinsi hingga kabupaten/kota berkolaborasi dan melakukan rembuk stunting di kota Ambon.
Rembuk stunting yang dilakukan sifatnya sosialisasi kepada hampir 14 desa di kota Ambon, dengan menghadirkan narasunber dari BKKBN Provinsi dan Dinas Kesehatan kota Ambon. hal ini diungkapkan Kepala BKKBN Provinsi Maluku Sarles Brabar kepada fokusmaluku.com di Ambon, Rabu (08/12/2021)
Brabar mengakui, para kader lebih dibekali dengan penguatan 1000 hari pertama kehidupan yang berorientasi pada masalah stunting.
Kebanyakan kader juga berbasis ibu rumah tangga sehingga dengan kader ini dikumpulkan untuk melakukan pencerahan tentang bagaimana cara mengantisipasi gizi buruk di Kota Ambon terutama bagi ibu hamil dan gadis remaja serta ibu menyusui.
Pihaknya juga melakuman pendekatan dengan pemerintah daerah terutama yang di desa/negeri dan kelurahan agar secara bersama dapat memperhatikan hal ini.
“Akuinya, di tahun 2022 nanti, pihaknya akan lebih terkonsentrasi untuk membuat program edukasi kepada masyarakat, apalagi masyarakat kekurangan informasi dapat lebih mengetahuinya agar stunting tidak terabaikan, ” bebernya.
Pihaknya juga akan tetap memantapkan kolaborasi dengan dengan institusi terkait lainnya terutama di akademisi dan juga komunitas tingkat provinsi,kabupaten/kota dan kecamatan hingga desa dan kelurahan agar angka stunting dapat terus turun hingga 11 persen di tahun 2024 nanti.
“Memang butuh kerja keras semua pihak, prinsipnya kita dari BKKBN provinsi mendukung siapapun dia yang ingin memberi inisiatif dan berkolaborasi ya kita siap karena kita memiliki materi-materi informasi tentang stunting yang berhubungan dengan masalah perilaku,”tutupnya.(FM-07)
