Gebyar Perpustakaan kota Ambon 2021 Hasilkan Sejumlah Juara

Desember 17, 2021 0 By admin

AMBON, FM,-Dari kompetisi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Ambon yang dirangkai dalam program gebyar perpustakaan tahun 2021.dengan tema “Pembelajaran Tatap Muka Terbatas” terselenggara empat hari sebelumnya yakni tanggal 8-12 Desember 2021

Sejumlah mata lomba yang digelar diantaranya:lomba bertutur untuk tingkat SD/MI, Resensi buku untuk SMP/MTs, pidato untuk SMP/MTs, Essay bagi SMP/MTs, pemilihan duta baca untuk SMP/MTs, Jingle perpustakan untuk tingkat SMP/MTs, mendongeng untuk guru TK dan PAUD, bercerita dengan gambar untuk guru TK dan PAUD.akhirnya telah menghasilkan sang juara. Demikian diungkapkan ketua panitia pelaksana, Edwin Manuhutu kepada awak media usai perlombaan dimaksud.

Dikatakan, untuk lomba bertutur juara I diraih oleh siswa dari SD Kristen Belso B1 Ambon atas nama, Quenisya.J Tuhumuri, juara II dari SDN 4 Ambon, atas nama, Seivano Putra, Juara III dari SDSDN Latihan II SPG Ambon, atas nama, Leitesia Mahulette, Juara Harapan I oleh siswa dari SDN 92 Ambon, Harapan II diraih oleh siswa dari sekolah SD Inpres 22 Ambon dan harapan III okeh siswa SD Kristen Rehoboth Ambon.

Lomba mendongeng juara I hingga juara Harapan I diraih oleh KB. PAUD Fast Start atas nama, Elsa Maruapey, Vita Anakotta, Franseska Noya, Ika Sulistiowati, harapan II oleh PAUD Damai SejahteraSejahtera atas nama, Jenny Ferneyanah dan harapan III diraih oleh PAUD Merpati Ambon atas nama, Romina Lesnussa.

Selanjutnya untuk lomba duta baca putri diraih oleh SMP Cendekia Ambon atas nama, Aisya Putri Arifat, duta baca putra diraih oleh Almendo Maitimu dari SMP Khatolik Ambon. Sementara apresiasi diberikan kepada empat siswa yakni dari SMPN 2 Ambon, SMPN 19 Ambon dan SMPN 6 Ambon.

Tanbahnya, juara I lomba Pidato diraih oleh siswa dari SMPN 6 Ambon atas nama, Maulana Sutrisno, juara II diraih oleh siswa dari SMPN 10 Ambon atas nama, Fransiska Parera, juara III diraih oleh Novriandi Tehuayo asal SMP Pertiwi Ambon, juara Harapan I diraih oleh Dianisha Antonio asal SMPN 2 AmbonAmbon juara harapan II atas nama, Lorensa Anabela Telussa siswa asal SMPN 6 Ambon, dan harapan III diraih oleh siswa asal SMP Khatolik Ambon atas nama Genaro Suitela.

Lanjut Manuhutu, lomba resensi diraih oleh SMP Cempaka Ambon, Juara II oleh SMPN 6 Ambon, juara III Oleh SMPN2 Ambon, juara Harapan I diraih oleh SMPN 19 Ambon Harapan II diraih oleh SMP Khatolik dan Harapan III diraih oleh SMPN 14 Ambon.

Tak hanya itu, lomba jingle dijuarai oleh siswa asal Lentera Ambon, juara II oleh siswa asalasal SMPN 1 Ambon, juara III oleh siswa asal SMPN 14 Ambon, juara Harapan I oleh siswa asal SMP Lentera, Juara harapan II diraih oleh siswa asal SMPN 6 Ambon dan Harapan III dari SMP Khatolik Ambon.

Sementara untuk lomba essay lanjut Manuhutu, dijuarai oleh siswa asal SMP Khatolik AmbonAmbon atas nama Yustinus Rumadjak, juara II oleh siswa SMPN 14 Ambon atas nama Fahra Saling, juara III diraih oleh Stefani Kastanya asal SMP Kalam Kudus Ambon, juara harapan I diraih oleh Mahar Manuhuttu, SMP Khatolik Ambon, Harapan II diraih oleh Clara Lekatompessy asal SMPN 4 Ambon dan harapan III diraih oleh Keysha Mulud asal SMP Cendekia.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Ambon, Petrus Pattiasina dalam arahan singkatnya menjelaskan, kegiatan lomba yang dilakukan rutin setiap tahun ini hanya untuk mendorong anak didik atau generasi emas bangsa di kota Ambon untuk terus membaca mengembangkan diri secara pribadi agar semakin sukses di masa depan.

Pelatihan dan pengembangan diri ini mendidik siswa di Ambon untuk berani tampil di depan publik tanpa canggung atau minder. Tentu mindset atau cara berpikir anak-anak ini terlihat berbeda dari anak lainnya.
Kedepan akan ada banyak kompetisi yang digelar pada berbagai level tingkatan, siswa di Ambon akan lebih bisa dan mampu melakukannya karena mereka sudah terbiasa.
“Ada istilah yang mengatakan, semua bisa karena biasa” Hal inilah yang mesti kita praktekan kepada anak-anak kita, artinya anak harus dibiasakan. sehingga membaca adalah salah satu cara mengembangkan diri secara internal dan haruslah menjadi budaya atau tradisi di rumah, ” Ucap Pattiasina.

Soal kalah menang itu biasa, itu hanyalah bonus dari upaya dan kerja keras tetapi pengetahuan tentang apa yang dibaca itulah yang nantinya menjadi modal di kemudian hari. “Selamat bagi para pemenang, jangan cepat puas, terus melatih diri agar kedepan semakin baik lagi dan bagi yang belum menang teruslah giat belajar, budayakan membaca, berani dan tetap semangat mengejar semua impian yang dicita-citakan, ” Tutup Pattiasina.

Untuk diketahui, tiga dewan juri yang turut andil dalam memberikan penilaian saat perlombaan berlangsung diantaranya, Ilona Salhuteru dari IAKN Ambon, Rudolf Wattimena dari IAKN dan Merlin Rutumalessy dari FKIP Bahasa Indonesia Universitas Pattimura Ambon. (FM-06)