Masyarakat Diimbau Bijak Membeli Asuransi

Masyarakat Diimbau Bijak Membeli Asuransi

Juni 10, 2018 0 By admin

AMBON,FM.com.- Masyarakat dihimbau untuk lebih bijak membeli asuransi. guna mengantisipasi kerugian finansial yang akan dialami masyarakat, akibat pemberlian asuransi yang tidak sesuai dengan prosedur dan kebutuhan.
” Saat ini lagi marak penjualan asuransi jiwa, dengan cara member get member atau mengikuti sistem MLM yakni nasabah mencari nasabah baru.

Sepanjang nasabah telah memiliki sertifikasi keagenan dan tercatat sebagai agen resmi dari perusahan asuransi, tidak masalah, jika tidak lebih baik ditolak,” ungkap Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku Bambabg Hermanto kepada wartawan melalui rilisnya yang diterima media ini (06/06)

Dikatakan, perusahan asuransi dan produk asuransi yang dipasarkan juga harus terdaftar dan memiliki ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang pengasuransian dimana setiap perusahan pengasuransian wajib menjadi anggota salah satu asosiasi usaha yang sesuai dengan jenis usahanya.

“Asosiasi yang dimaksudkan adalah Asuransi jiwa Indonesia, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia, Asosiasi Asuranai jaminan Sosial Indonesia, Asosiasi penilai kerugian Asuransi Inonesia, dan Asosiasi Asuranai pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia.

Hermanto membagikan tips dalam memilih asuransi yang tepat yakni , pilihlah perusahan asuransi dan produk asuransi sesuai kebutuhan dan kemampuan, pastikan perusahan asuransi dan produk asuransi yang akan diikuti telah terdaftar dan memiliki ijin dari otoritas jasa keuangan.

Pastikan membeli produk asuransi dari pemasar yang telah memiliki sertifikasi keagenan dari asosiasi yang berwenang, pelajari semua manfaat produk yang dibeli serta prosedur klaimnya dengan jelas, agar mudah mendapatkan pengajuan, selalu bersikap terbuka, dan terus terang kepada tenaga pemasar dalam memberikan informasi yang dibutuhkan. guna menghindari penolakan pada saat pengajukan klaim nanti.

Lanjut Hermanto, pastikan membaca ulang ketentuan polis pada saat polis sudah jadi, apakah sudah sesuai dengan kesepakatan pada saat proses pembelian asuransi. (EL)