Puluhan Musisi Kecamatan Letisel Ikut Visitasi
Juli 23, 2018AMBON, FM.- Sebanyak 30 musisi asal Kecamatan Letimur Selatan (Letisel) Ambon mengikuti Visitasi musisi yang digelar di Kantor Kecamatan Letisel- Leahari -kota Ambon, jumat.
Tiga puluh musisi terdiri dari sanggar- komunitas dan group kesenian pada delapan desa yang ada.
Manager AMO, Reza Likumahua kepada wartawan menjelaskan, kegiatan visitasi yang dilakukan adalah cara AMO dan Dinas Pariwisata mengakomodir seluruh kegiatan komunitas dan sanggar yang ada di Letisel guna mendukung Ambon sebagai Kota Music dunia 2019 mendatang.
Dalam visitasi yang dilakukan pihaknya juga melakukan pendataan ulang terhadap musisi-musisi yang belum terdaftar dan belum pernah mengetahui tentang kegiatan yang berhubungan dengan Ambon Music Office, sebagai representasi dari Pemerintah kota Ambon.
“Dari sanggar dan komunitas yang ada di kecamatan Letisel, terdapat salah satu komunitas Tahuri yang sangat terkenal. kita berharap Tahuri dapat dikembangkan pada seluruh desa terutama yang memiliki pantai. agar dapat dijadikan objek dalam mengembangkan pariwisata.
Selain itu, lanjut Reza, Ada juga komunitas suling bambu dari desa Tuni. jika dapat dikembangkan secara baik tentu akan memberikan dampak yang positif. serta dapat memberikan ruang bagi masyarakat dalam pengembangan ekonomi masyarakat.
Diharapkan, musisi di kecamatan Letisel yang belum tergabung dapat mendaftarkan diri di AMO, agar setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan AMO dapat mengakomodir seluruh group, sanggar dan komunitas yang memang sudah terdaftar.
“Prinsipnya AMO dan Dinas Pariwisata mengharapkan dukungan seluruh stake holder musik di kota Ambon agar dapat turut serta dalam upaya mewujudkan Ambon kota music dunia,” ungkap Reza.
Senada dengan itu, Senada dengan itu, Camat Letisel, Riky Sopacua Pemkot sementara giat untuk mengembangkan musik bukan hanya sebagai sarana edukasi dan hiburan tetapi yang terpenting adalah untuk peningkatan ekonomi masyarakat.
“Segala sesuatu tidak mudah untuk tercapai tetapi butuh dukungan dalam menunjang proses baik AMO, Dinas Pariwisata maupun stake holder lainnya,” bebernya.
Tambah Sopacua, Pemahaman yang kurang tentang music, bila digali tentu memiliki potensi yang luar biasa.
“Jangan memandang sesuatu itu enteng. tetapi harus serius, karena dengan upaya dan kerjakeras akan terbuka jalan pengakuan Ambon sebagai kota music dunia versi UNESCO,” tuturnya. (FM-09)
