Duta Baca Maluku Dikukuhkan
Desember 4, 2018AMBON, FM.- Duta baca Provinsi Maluku akhirnya dikukuhkan, sesuai Keputusan Gubernur
Maluku. yang digelar di Marina Hotel Ambon,Selasa (04/12/2018)
” Duta baca ini nantinya akan menjadi motivator, inspirator dalam membuat gerakan
minat baca di Maluku,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kaersipan Dearah Maluku,
Mustafah Sangadji kepada wartawan usai acara pengukuhan duta baca Maluku
Sangadji menyatakan, terpilihnya duta baca Maluku ini, diselenggarakan atas kompetisi
yang ketat dalam sejumlah kriteria yang ditentukan dan Ferdinandus yang terpilih dalam
kompetisi dimaksud.
Dikatakan, dalam upaya meningkatkan minat baca dan menjawab tantangan global saat
ini, pihaknya akan membuat program gerakan tersendiri yakni program i-Maluku yang
nantinya akan merubah media dari cetak menjadi elektronik ditahun 2019 mendatang.
“Membaca bukan hanya melalui teks book melainkan HP adroid, membaca buku tidak
hanya dengan datang ke perpustakaan tetapi dapat mempergunakan gadjed, karya buku
akan dialihkan ke sistem online selanjutnya dimasukan ke i-Maluku.
lebih jauh Sangadji menyatakan, membaca adalah hal yang harus terus dibudayakan,
orang yang sukses tentu adalah mereka yang hebat, tidak ada orang yang sukses tanpa
membaca. kualitas seseorang dapat dilihat dari banyaknya pengetahuan yang didapat
melalui membaca.
Dikesempatan yang sama, duta baca provinsi Maluku, Stenly Ferdinandus juga
menjelaskan, setelah dikukuhkan, pihaknya bersama dinas Perpustakaan, pegiat litrerasi,
pengelola taman baca, akan duduk bersama dan menciptakan program strategis dalam
mendorong peningkatan minat baca dan tingkat literasi anak-anak di Maluku.
Akuinya, langkah strategis yang akan dilakukan adalah mengajak seluruh pegiat diteriasi
baik dari Leti, Batu Merah, Kera, Ali, taman baca di Saparua, Banda Naira dan lainnya
untuk memgumpulkan data kebutuhan dari setiap gerakan memnacam agar dapat dilihat
sejauh mana kebutuhan buku pada suatu daerah tertentu. selanjutnya pihaknya akan
melakukan koordinasi dan komunikasi bersama dengan Pemerintah Provisni Maluku
maupun pemerintah daerah setempat agar dapat turut memberikan support dan
sumbangsih agar tercapainya minat baca yang tinggi di masyarakat.
pihaknya juga akan melakukan kerjasama dengan jejaring literasi lainnya dan juga
Gramedia untuk memperoleh bantuan buku. sehingga akan menghasilkan kolaborasi yang
baik di masyarakat terutama pada pulau-pulau terluar di Maluku.
Ferdinandus menilai, minat baca masyarakat di Maluku memang terbilang maasih sangat
rendah, tetapi tidak semua daerah. karena memang sekolah banyak, tetapi buku kurang.
Dalam upaya itu, dirinya mengaku terdapat kesulitan dalam mengajak orang lain
membaca, faktor pertama adalah lantaran kurangnya buku dan juga budaya membaca
yang tidak diajarkan sejak dini termasuk oleh orang tua. Oleh karena itu, orang tua mesti
mengambil peran penting dalam mengedukasi anaknya, terutama soal membaca.
” Budaya membaca harus diajarkan lebih awal oleh orang tua, keberadaan orang tua
mampu mempengaruhi anak-anak untuk membaca, jika dapat dilakuakn sejak dini, tentu
daerah ini akan menghasilkan banyaknya orang sukses, orang cerdas karena terbukti
anak tersebut banyak membaca,” ungkap Ferdinandus. (FM-06)
