Aroma Korupsi Proyek Air Bersih di Kisar Mulai Terkuak
Februari 17, 2019MBD-FM.- Aroma korupsi air bersih di Kisar kabupaten Maluku Barat Daya, yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Tahun 2015-2016 yang diperuntuhkan untuk pembangunan pipanisasi sarana air bersih, tepatnya di Dusun Noworu,Yawuru,Desa Wonreli,Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan, Kabupaten MBD terkuak ada bau korupsi,
Berhembus kabar, CV Jusren Jaya dan kontraktor pelaksana inisial HA yang memenangkan proyek senilai 3 miliar tersebut diduga pekerjaaanya tidak tuntas,faktanya masyarakat mengaku sejak tahun 2015 hingga tahun 2019 ini keseluruhan warga dari dua dusun itu belum dapat menikmati air dari proyek ini.
Kepala Dusun Noworu,Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan,Kabupaten MBD,J Maupula, mengaku, proyek air bersih ini sejak masuk ke dusun masyarakat sudah iming-imingkan kalau air tersebut bisa masuk sampai ke dalam rumah (dapur),ternyata tidak terwujub atau terealisasi,janganknn masuk ke dalam rumah,fisik air didalam bak saja tidak kelihatan.
“Proyek dikerjakan sejak tahun 2015/2016 tapi sampai November 2018, baru Air jalan ke rumah warga,itu pun air mengalir pakai giliran dan sebatas lima rumah di dalam dusun,”Katanya.
Dia melanjutkan, pada saat airnya berjalan ke rumah-rumah warga,lantas akibat debet air kecil,mereka menggunakan waktu dengan patokan pukul 08.00- 13.00 Wit.
“Dengan kondisi ini masyarakat susah memperoleh air bersih apalagi hanya sebatas bergiliran lima-lima rumah,”Tandasnya saat dihubungi melalui selulernya,Sabtu kemarin.
Aliran air kecil,beber dia,akibat dari sumur penyuplai air bersih itu tidak mampu menyedot air ke Bak penampung,karena kedalam sumur hanya sembilan meter.
“Seharusnya kedalaman sumur itu sekitar 25 meter sesuai bastek proyek,tapi yang terjadi dilapangan seperti ini,makanya sampai sekarang masyarakat tidak bisa menikmati setetes air dari proyek ini,”Kesal Maupula.
Ditambahkannya,Proyek yang dianggarkan tahap I tahun 2015,dengan pengadaan fesefoir atau bak penampung senilai 1 milair,sementara tahap II tahun 2016 senilai 2 miliar,untuk pembuatan solar sel atau tenaga surya,pemasangan jaringan pipanisasi,dan penggalian sumur tersebut pekerjaaan selesai tahun 2016 (pemasangan pipanisasi).hanya saja proyek itu belum bisa dimanfaatkan secara baik.
“Waktu itu,kontrakor bersedia tulis surat pernyataan diatas meterai enam ribu untuk meluluhkan hari masyarakat di dusun tersebut,sesuai isi surat pernyataan itu,kontrakror siap melakukan penggalian untuk memperdalam sumur apabila dikemudian hari ditemukan aliran air tidak kencang dan sumurnya dangkal,tapi sejak dia dilaporkan untuk segera melakukan penggalian karena isapan air terlalu kecil ke rumah warga,pada akhirnya November 2018,dia kembali menggali sumur tersebut,tapi sampai saat ini dia (kontraktor) tidak lagi mengunjungi lokasi sumur itu tanpa merasa bertanggungjawab,”Tandasnya.
Hingga berita ini dipublikasikan kontrator pelaksana CV Jusren Jaya saat dikonfirmasi melalui panggilan selulernya tidak menjawab panggilan telepon. (FM-06)
