Pemkot Ambon Apresiasi Sekolah Lapang Nelayan Ala BMKG Ambon

Maret 25, 2019 0 By admin

AMBON, FM,- Pemerintah kota Ambon memberikan apresiasi yang tinggi kepada
BMKG Pattimura atas sekolah lapang yang dilakukan bagi nelayan di kota Ambon. SLN dipusatkan di Marina Hotel Ambon, Senin (25/03/2019)

Turut hadir dalam kegiatan dimaksud, Anggota Komisi V DPR-RI, H Abubakar
Wasahua, Kepala Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisikan, Dwikorita Karnawati, Deputi Bidang Geofosikan BMKG, Plt.Kepala Balai besar Meterologi, Klimatologi dan Geofisika Makasar, pimpinan USAID APIK, Kepala KSOP Kelas I Ambon, Kepala PPN Tantui, Wakil Wali kota Ambon, Kepala Balai Pelatihan Penyuluh Perikanan Ambon dan sejumlah stake holder terkait lainnya.

Wakil Wali kota Ambon, Syarif Hadler dalam sambutannya menjelaskan, Sekolah Lapang Nelayan adalah sebuah langkah dalam upaya meningkatkan kapasitas dan
keterampilan nelayan dalam memantau cuaca dan iklim, meningkatkan kesejahteraan serta memiliki nilai penting dan strategis bagi pemerintah dalam meningkatkan sektor ekonomi.

Hadler menjelaskan, sektor perikanan merupakan salah satu sektor ekonomi unggulan yang dikembangkan oleh pemerintah kota Ambon, disamping sektor jasa perdagangan dan sektor Pariwisata.

Potensi perikanan tangkap kota Ambon cukup besar hal ini dibuktikan pada tahun 2016 nilai Produksi perikanan mencapai 44.524 Ton. nilai ini meningkat
sebesar 2,31 persen di tahun 2017.

Akuinya, Potensi perikanan kota Ambon yang cukup besar inilah yang menarik perhatian pemerintah pusat untuk menjadikan kota Ambon menjadi kota Ikan Nasional, yang juga tidak terlepas dari upaya bersama perwujudan Provinsi Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional.

Salah satu yang berpengaruh pada sektor perikanan, lanjut Hadler adalah faktor iklim dan cuaca, ketika cuaca buruk menjadi hal yang lumrah terjadi. namun pada kenyataannya para nelayan kesulitan mendapatkan informasi mengenai cuaca dilaut.

padahal ketersediaan informasi cuaca sangatlah vital dan merupakan bagian dari
langkah antisipasi. dengan tersediannya informasi serta pemahaman mengenai iklim dan cuaca, tentu nelayan dapat mengentisipasi apabila harus tetap melaut dalam kondisi cuaca ekstrim.

“Informasi cuaca juga dapat menjadi titik penentu spot perburuan ikan, apabila didukung dengan pengalaman dan pengetahuan nelayan dalam melaut,” Demikian Hadler (FM-08)