Workshop Penyusunan Statuta dan Renstra BPBD -USAID
April 15, 2019AMBON,FM,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Ambon bersama Forum Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Resiko Bencana (API-PRB) menggelar workshop penyusunan statuta dan renstra forum adaptasi perubahan iklim, yang digelar diruang rapat lantai II Balai kota Ambon, Senin (12/04/2019)
Pada kesempatan tersebut, Wali kota Ambon,Richard Louhenapessy turut memberikan dukungan dan support untuk pelaksanaan workshop bekerjasama dengan USAID.
Menurutnya, forum ini adalah langkah untuk mensinergikan program kegiatan dari organisasi perangkat daerah, agar pengurangan resiko bencana dan perubahan iklim di kota ini dapat teratasi dengan dukungan dari forum APIK-RB. Sehingga, masyarakat dapat terus diedukasi dan dibangun kesadaran pengelolaannya, mengadvokasi dan mengarusutamakan isu adaptasi perubahan iklim dan pengurangan resiko bencana kedalam perencanaan pembangunan di kota Ambon.
Walikota menyatakan, Bappekot juga turut terlibat dalam merancang program sebagai upaya meminimalisir resiko bencana dan mengidentifikasi pilihan-pilihan adaptasi terhadap perubahan iklim. dengan menciptakan masyarakat yang tanggung dalam menghadapi ancaman bencana melalui penyusunan Renstra Program Kota Ambon.
Akuinya, jalan panjang menuju kota yang tanggung bencana masih panjang, disisi lain letak kota Ambon yang berada pada jalur patahan dan wilayah pertemuan tiga lempeng bumi yang menyebabkan wilayah ini rentan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami.
Menindaklanjuti itu, dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap adaptasi perubahan iklim dan pengurangan resiko bencana ketangguhan masyarakat sudah dilakukan melalui berbagai cara antara lain, memberikan pengertian sekaligus membangun kesadaran masyarakat bahwa seluruh elemen bangsa bertanggungujawab, meningkatkan nilai kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat seperti masohi, ale rasa beta rasa untuk saling memenuhi dan bergerak saling membantu.
“Dalam perencanaan kedepan semua sudah diperhitungkan secara matang, jangan sampai apa yang dibangun saat bencana datang semua sia-sia, sebab itu, semua kegiatan dilakukan sebagai masukan bagi Bappekot dalam merancang pembangunan kota ini kedepan saya akan betul-betul mengontrol hal itu,” Demikian Louhenapessy. (FM-09)
