Momentum Tri Suci Waisak, Pahami Hati,Tampakan Kesejatian Diri
Mei 21, 2019AMBON,FM.- Momentum hari raya Trisuci Waisak 2563 Tahun 2019 adalah sebuah cara memahami hati tampakan kesejatian diri.
Waisak sebagai sebuah hari raya agama buddha diharapkan dapat memberikan contoh yang positif kepada setiap orang tentu positif yang diteladani adalah pengembangan cinta kasih kepada setiap makhluk hidup. Demikian diungkapkan ketua Walubi Maluku,Wilhelmus Jauwerissa saat membacakan sambutan pada syukuran hari raya Trisuci Waisak yang digelar di Gedung Buddha Center, Gunung Nona,bKecamatan Nusaniwe kota Ambon. Minggu (19/05/2019)
Dikatakan, kebencian tidak akan selesai jika dibalas dengan kebencian tetapi hanya dengan memaafkan dan cinta kasih tentu kebencian akan lenyap.
sebagai masyarakat yang majemuk terkadang rasa kebersamaan itu semakin jauh. apalagi untuk berbagi dan melayani sebagai sebuah implementasi Bodhisattvayana dengan berbagi dan melayani.
diharapkan perayaan Waisak 2563 tahun 2019 dapat menjadi prinsip berbagi dan melayani harus dikedepankan, terutama dalam situasi perpolitikan nasional yang memanas saat ini.
Sementara itu Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Rony Tairas menyebutkan, perayaan hari raya waisak bagi umat Buddha adalah sosok Buddha Gautama menjadi sentral dan cerminan kehidupan umat Buddha di seluruh dunia termasuk di Maluku.
riwayat atau visa kelahiran pencerahan dan wafatnya sang Buddha memiliki banyak makna yang patut direnungkan secara mendalam oleh umat Buddha sedunia. sosok yang penuh welas asih dan solidaritas, yang rela meninggalkan istana dan kemewahan demi solider dan menolong orang-orang yang menderita, miskin dan terpinggirkan. Ini merupakan sebuah keteladanan budaya yang bersifat universal sebab hampir semua agama mengajarkan pentingnya bela rasa, kedermawanan dan saling peduli dengan mereka yang kecil dan lemah.
Katanya, nilai-nilai yang dihidupi sang Buddha yang tetap relevan di dunia masa kini adalah meditasi. sebuah sikap diri yang hening dan tenang, tidak gaduh dan reaktif.
Setiap kali memandang sang Buddha yang sedang bermeditasi, kita diingatkan untuk tidak larut dalam kesibukan dan keramaian tanpa jeda. kita butuh saat ini saat teduh suasana meditatif, justru dengan suasana itulah dapat lebih jelas mendengar suara Tuhan, apa kehendak Tuhan dan perintah Tuhan bagi kita di dunia ini.
dedenya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat Buddha di Maluku yang selama ini terus menopang upaya upaya pembangunan masyarakat dalam komitmen dan tekad untuk bersama membangun masa depan Maluku yang lebih baik. Dengan demikian dirinya mengajar seluruh umat Budha di Maluku untuk tetap bersatu, membangun spiritualitas keagamaan yang kokoh, serta menghadirkan kebaikan bersama di ruang publik.
Dengan semangat waisak, Gubmal meminta agar umat Buddha di Maluku dapat terus berkembang dan maju, serta bersama-sama umat beragama lainnya di Maluku membangun relasi dan kerjasama yang baik antar agama, saling tolong-menolong demi kemajuan daerah Maluku yang dicintai bersama.
Akhir sambutannya, umat Buddha di Maluku diajak, untuk terus menopang program-program pemerintah daerah provinsi Maluku dalam kepemimpinan Gubernur dan wakil Gubernur yang baru. Karena dengan dukungan semua agama termasuk umat Buddha di Maluku Maluku akan maju Maluku bisa dan Maluku Sejahtera.
Dalam syukuran Waisak juga, turut tampil tarian dan pujian dari anak Sekolah Minggu dengan judul “Gema Waisak”. ( FM -09)
