Sinergitas TNI POLRI dan Pemerintahan di Desa Pasca Pemilu

Sinergitas TNI POLRI dan Pemerintahan di Desa Pasca Pemilu

Mei 21, 2019 0 By admin

AMBON,FM.- Sinergitas bersama antara pemerintah kota Ambon, TNI/POLRI maupun elemen pemerintahan paling bawah yakni RT/ RW, Lurah, Camat, Raja dan Kepala Desa di kota Ambon dalam penyelenggaraan pemerintahan pasca Pemilihan Umum dan Pileg serentak Tahun 2019 sangatlah dibutuhkan. Dalam upaya merekatkan kembali persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, terkhususnya di kota Ambon Manise.

Demikian diungkapkan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam arahannya saat pertemuan bersama stake holder baik TNI/POLRI dan pemerintahan di desa, pada salah satu mall di Ambon, Selasa (21/05/2019)

Diakui, tahapan dan proses politik masih terus berlanjut, dan telah diumumkan hasil pemilihan presiden DPR-RI, DPRD kabupaten kota dan DPD. Oleh karena itu, pihaknya berkewajiban melakukan pertemuan bersama seluruh elemen pemerintahan di daerah.

Namun, mengingat kondisi negara yang saat ini sementara berusaha, melalui TNI/POLRI dalam mengamankan dan mempertahankan keutuhan NKRI atas ancaman terhadap desintegrasi bangsa Indonesia pada 22 Mei 2019, tentu ada antisipasi di daerah.

“Begitupun dengan berita hoax, berita buruk yang beredar di media sosial mengharuskan pemerintah harus lebih ketat melakukan proses pengawasan,”ucap Louhenapessy.

Sementara itu, Danrem 151 Binaiya Kolonel.Inf Hartono juga menjelaskan, Ancaman Desintegrasi bangsa Indonesia dapat terjadi karena tiga faktor yakni, berita hoax,ego sektoral dan ketidakpuasan politik.

Sebab itu, bukan hanya negara yang berkewajiban untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Seluruh elemen masyarakat juga harus turut berperan.
Lanjutnya, Kepala Desa dan Raja memiliki tanggungjawab dengan memanfaatkan dan mengelola Dana Desa (DD) dengan sebaiknya demi kepentingan masyarakat, sementara RT dan RW juga bertanggungjawab untuk mendeteksi secara dini situasi dalam lingkungan sekitar, mengenali warga masyarakatnya secara baik, jika ada yang mencurigakan segera lapor kepada Bhabinkamtibmas atau Babinsa setempat. Serta tidak mudah terpengaruh terhadap upaya negatif yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. (FM-09)