770 Kader Posyandu Kelurahan Terima Pembayaran Operasional

770 Kader Posyandu Kelurahan Terima Pembayaran Operasional

Oktober 9, 2019 0 By admin

AMBON,FM.- Sebanyak 770 kader Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB) tingkat Kelurahan dikota Ambon terima pembayaran operasional berupa Insentif triwulan III periode Juli hingga September 2019. Dengan total anggaran Rp.231 juta. Pembagian ini diserahkan langsung walikota Ambon, Richard Louhenapessy di Tribun Lapangan Merdeka-Ambon, Rabu (09/10/2019)

Kepala Dinas DPPKB Kota Ambon, Welly Patty dalam laporannya menjelaskan, kegiatan ini bukanlah satu reward yang diberikan kepada para kader posyandu dan BKB. sebab DPPKB kota melakukan kerjasama dengan TP-PKKA kota Ambon untuk membuat kegiatan yang dapat meningkatkan motivasi kadar posyandu dan BKB, dalam memberikan layanan yang maksimal kepada kaum ibu dan anak balita.

Misalkan berbagai pelatihan kepada kader posyandu dan BKB, lomba karya posyandu dan kadar BKB terbaik, Sosialisasi tentang pencegahan dan pengobatan kanker serviks kepada kader posyandu dan BKB, sosialisasi golongan darah dan sosialisasi stunting.

“Pemerintah Kota Ambon memberikan insentif kepada 770 orang kadar posyandu dan BKB. hal ini karena besarnya kepedulian pemerintah kota Ambon terhadap masyarakat di kota ini, akui Patty.

Wali kota Ambon, Richard Louhenapessy dalam arahannya menjelaskan, pembayaran operasional bagi kader posyandu, rasakan perlu dan penting oleh pemerintah. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, BKKBN Pusat maupun tim Penggerak PKK Pusat merasa perlu untuk selalu mempersiapkan generasi penerus, baik ibu kader posyandu dan juga anak-anak sebagai sumber pemimpin. Karena itu, harus disiapkan secara baik lewat sebuah sistem pelayanan yang terpadu.

“Kader-kader posyandu adalah pejuang pejuang masa depan bangsa, mereka memiliki dedikasi buat bangsa dan negara yang tidak ternilai harganya bagi kepentingan kita, mereka bekerja dengan hati, bukan soal insentif. apa artinya biaya operasional yang sedikit bila dibandingkan dengan pengorbanan yang luar biasa ini, karena itu pemerintah berkewajiban,” ucap Louhenapessy.

Dalam arahannya juga, Louhenapessy meminta agar kader posyandu dapat lebih bijak dan arief dalam menanggapi berita atau informasi yang diterima, harus diverifikasi dulu kebenarannya.

“Apapun informasi yang diterima baik melalui SMS, WA ataupun Facebook, jangan langsung diteruskan, tetapi harus diverifikasi dulu kebenarannya, sehingga tidak memberikan dampak buruk bagi orang lain, terutama informasi yang belum pasti kebenarannya,” demikian Louhenapessy. (FM-05)