Wawali Ambon Kukuhkan Sekolah Siaga Kependudukan

Oktober 24, 2019 0 By admin

AMBON,FM.- Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler mengukuhkan sekolah siaga kependudukan (SSK), pengukuhan ini digar di Pattimura Park Ambon, Kamis kemarin.

Dalam arahannya, Wakil Walikota, Syarif Hadler menjelaskan, secara umum SSK adalah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan Keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pendalaman materi pembelajaran, yang didalamnya terdapat faktor kependudukan sebagai salah satu sumber belajar peserta didik.

Hal ini dimaksudkan juga sebagai upaya pembentukan generasi berencana, agar guru dan peserta didik dapat memahami isu kependudukan dan guru akan mampu mengintegrasikan isu kependudukan dalam pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013.

Dengan kehadiran SSK ini diharapkan dapat memupuk kesadaran akan kondisi kependudukan di wilayah tempat tinggal masing-masing siswa, tetapi juga menumbuhkan sikap bertanggungjawab dan perilaku adaptif yang berkaitan dengan dinamika kependudukan.

Dijelaskan, pembentukan SSK ini tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam mencegah tidak akan datangnya bonus demografi Indonesia pada tahun 2020 hingga 2035 mendatang.

“Pada era ini jumlah usia produktif 15-64 tahun proporsinya lebih dari 50 persen dibandingkan dengan usia non produktif 0-14 tahun dan lebih dari 65 tahun, daerah ini juga perlu dipersiapkan generasi yang berkualitas agar pada saatnya nanti tenaga kerja yang melintang akan membawa berkat bukan malah menjadi bencana,”Akuinya.

Tambahnya, di kota Ambon telah terbentuk 69 Kelompok PIK Remaja Terbentuk di Ambon.

Lanjutnya, sosialisasi program genre pada kalangan remaja khususnya di sekolah-sekolah sangat efektif karena komunikasi yang dijalin dilakukan dengan pendekatan dari oleh dan untuk remaja itu sendiri sehingga pik remaja menjadi rumah bagi mereka selain mendukung program genre secara khusus pik remaja juga dapat membantu dalam mensosialisasikan program kependudukan dan keluarga berencana secara umum.

“Selama ini dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kota Ambon pernah melakukan program advokasi penyuluhan dan komunikasi informasi, edukasi tentang penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja serta juga telah memfasilitasi dan mengembangkan pik remaja di sekolah-sekolah di Kota Ambon,” tuturnya.

Kedepan, kelompok ini dapat bertumbuh dan berkembang dalam memberikan informasi kepada teman sebaya khususnya para remaja, sehingga remaja di kota Ambon akan terbebas dari hal-hal yang tidak diinginkan bersama. (FM-02)