ISOI Gelar Pertemuan Tahunan Bahas Pengembangan Industri Maritim di Ambon

November 7, 2019 0 By admin

AMBON,FM.- Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) menggelar pertemuan tahunan ke VXI Tahun 2019 di kota Ambon-Provinsi Maluku, yang dipusatkan di Santika Hotel, selama dua hari 17-18 November nanti.

Pertemuan ini membahas tentang “IPTEK untuk pengembangan industri maritim Indonesia”

ISOI merupakan organisasi profesi dan masyarakat ilmiah yang bergerak di bidang oseanologi.


Organisasi ini dibentuk untuk menghimpun para sarjana kelautan Indonesia yang ketika itu masih sangat terbatas jumlah dan kiprahnya.

ISOI rutin menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Nasional Tahunan (PIT) yang memaparkan dan membahas hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang kelautan dan perikanan; memberi solusi terhadap masalah yang dihadapi masyarakat di bidang kelautan dan perikanan; membahas pelaksanaan dan implikasi sebuah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah; serta tentang kegiatan keorganisasian ISOI.

Setiap tahun, PIT ISOI diisi dengan berbagai kegiatan berupa pertemuan, seminar dan karya bakti di bidang kelautan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh ISOI Pusat dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bekerjasama dengan MTCRC (Marine Technology Cooperation Research Center) Indonesia-Korea dan KONGSBERG, didukung oleh Komisariat Daerah (KOMDA) ISOI Ambon, Pusat Penelitian Laut Dalam-LIPI Ambon, Badan Pengkajian dan Penerapan teknologi (BPPT), Universitas Pattimura, Pemerintah Daerah Provinsi Maluku serta PT. Jaya Ancol dan PT. Yasmin Jaya Sentosa.

Peserta PIT ISOI XVI berasal dari seluruh Indonesia terdiri dari peneliti, perekayasa, akademisi, praktisi dan ilmuwan bidang keilmuan oseanologi serta mahasiswa berbagai perguruan tinggi. Jumlah peserta yang hadir mencapai 200 orang dan makalah yang dipresentasikan 115 makalah ilmiah. Pada Kamis malam 07 November diadakan gala dinner bagi semua peserta pertemuan.

ISOI dirancang sebagai pertemuan semi internasional untuk mendiseminasi hasil-hasil penelitian dari Indonesia maupun luar negeri yang dianggap relevan dengan isu lingkungan, kelautan, perikanan Indonesia, dan industri maritim.

Beberapa isu internasional saat ini yang menjadi sorotan luas, yaitu kesehatan lingkungan laut dan isu nasional berupa pembangunan kemaritiman Indonesia sebagai implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) maritim, seperti wisata bahari, marine debris, ketahanan pangan, perubahan iklim, teknologi kelautan, deteksi dini bencana kelautan, energi dan lain-lain.

Bertindak sebagai keynote speaker Prof. Dr. Rokhmin Dahuri (Ketua ISOI periode 2002-2005 dan 2005-2008). Plenary Session membahas beberapa topik penting isu nasional maupun internasional disampaikan oleh Prof. Dr. Zainal Arifin (LIPI) dan Dr. Chang Ik Zhang (Prof. Emeritus Pukyong National University, Korea) serta Dr. Martin Gutowski (PT. Kongsberg Maritime) mewakili industri maritim.

Bambang Herunadi, Ketua Panitia PIT ISO menjelaskan, beberapa topik bahasan pada Sesi Paralel terdiri dari: Hidro-Oseanografi; Penginderaan Jauh; dan Iklim Maritim; Perikanan Tangkap; dan Budidaya perikanan; Bioteknologi; Biodiversitas; Ekologi Laut; dan Pencemaran Perairan; instrumentasi Observasi; Geologi/Geofisika; Sumberdaya Mineral dan Energi; dan Kebencanaan; dan Tata kelola Wilayah Pesisir dan Laut; Kebijakan Kelautan; dan Sosial Ekonomi Perikanan; serta Ocean Renewable Energy (energi laut terbarukan). Sementara
Special Program yang digelar pada hari ke-2 (Jumat, 08 November 2019) bekerjasama dengan Republik Korea yang menampilkan pakar Indonesia-Korea membahas International Cooperation Present and Future on Marine Science and Technology serta Experince of Indonesian dengan topik antara lain marine environment and marine observation).

Dalam rangkaian PIT ISOI XVI ini diadakan “Gerakan Indonesia Bersih untuk Penanganan Sampah Laut” di pantai Ambon dilakukan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Provinsi Maluku dan Kota Ambon) melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Kodam XVI Pattimura, Komunitas Green Maluccas. Acara ini dipimpin oleh Ketua Umum ISOI dan dihadiri oleh Walikota Ambon. Lokasi bersih-berish pantai (beach clean-up) diadakan di PLTD Poka Ambon. Di lokasi ini selain bersih-bersih pantai dari sampah laut termasuk sampah plastik, juga dilakukan penanaman mangrove untuk menjadi lingkungan pantai tetap lestari. Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang dan diangkut ke lokasi pembuangan akhir (TPA). Semua aktivitas dilakukan tanpa menggunakan produk plastik.

Sebagai kepedulian ISOI terhadap masyarakat Provinsi Maluku, setelah acara bersih pantai dilakukan penyerahan bantuan korban gempa di beberapa lokasi terdampak sekitar Kota Ambon. Sebelumnya, pada hari Senin-Selasa (4-5 November) di Banda Neira dilakukan penyerahan bantuan berupa peta-peta, buku-buku paket terkait kemaritiman dan peralatan tulis untuk 25 sekolah (SD, SMP, SMA dan Madrasah Sanawiyah), yaitu di Pulau Banda Neira; Pulau Run; Pulau Pisang/Pulau Syahrir dan Pulau Hatta.

Dikatakan, sebagai organisasi profesi yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan, ISOI seyogyanya memberikan masukan kepada pemerintah mengenai peran bidang kelautan dan perikanan dalam pembangunan Indonesia berkelanjutan. ISOI juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada pemerintah akan pentingnya menjaga keseimbangan pemanfaatan sumber daya alam, hayati dan non hayati, dengan kesehatan lingkungan laut untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Masukan dari ISOI yang berdasarkan kajian dan hasil penelitian yang teruji menjadi sangat penting dalam rangka implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) maritim di Indonesia.

Hasil-hasil Pertemuan Ilmiah Nasional Tahunan (PIT) Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) yang ke XVI ini akan disusun menjadi suatu Rumusan Hasil yang penyusunannya diketuai oleh Dr. Nani Hendiarti, M.Sc. dengan tim yang terdiri dari para pakar bidang oseanologi mewakili berbagai keahlian dan wilayah kerja dan hasil rumusan akan disampaikan ke pemerintah pusat, melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan investasi termasuk kepada pemerintah daerah.

Ditempat yang sama, Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Perikanan Maluku, Romelus Far-far mengaku, turut memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan ini, mengingat provinsi Maluku memiliki laut yang demikian dua yaitu 92,4 persen sedangkan daratan hanya 7,6 persen dari luas wilayah administratif.

Selain itu Maluku merupakan salah satu provinsi yang bercirikan kepulauan di Indonesia yang terdiri dari 1340 pulau besar dan kecil. Kondisi ini menyebabkan daerah ini memiliki potensi sumber daya Kelautan dan Perikanan yang cukup besar.

Dijelaskan, pelaksanaan pertemuan ilmiah ini sangatlah penting, mengingat sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki potensi yang besar bagi sektor kemaritiman. namun pemanfaatan potensi tersebut masih tertinggal, bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Untuk itu peningkatan kemajuan serta pemerataan pembangunan kemaritiman adalah hal yang utama. Oleh sebab itu, pertemuan ilmiah nasional tahunan ke-16 Ikatan Sarjana oseanologi Indonesia saat ini bukanlah kegiatan rutin semata akan tetapi hasil dari pertemuan ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah mengenai peran bidang kemaritiman dalam pembangunan indonesia.

Akuinya, potensi ekonomi maritim Indonesia terdiri dari kekayaan laut yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif berupa sumber daya alam yang dapat diperbaharui seperti sumberdaya ikan, terumbu karang, hutan, mangrove, rumput laut dan produk-produk bioteknologi.selanjutnya ada sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak dan gas bumi, timah, biji besi bauksit dan mineral lainnya. terdapat juga potensi energi kelautan antara lain, pasang surut gelombang angin dan konversi energi termal lautan untuk menghasilkan energi listrik.

potensi ekonomi kemaritiman Indonesia yang sangat besar di dukung dengan posisi strategi Indonesia, yang memungkinkan adanya perdagangan dunia di kawasan Asia Pasifik, karena melalui alur laut kepulauan Indonesia atau Alki berkaitan dengan hal tersebut Indonesia harus meningkatkan kualitas dan kinerja pelabuhan pelabuhan untuk menunjang hal dimaksud

sektor Kelautan dan Perikanan merupakan salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam bidang kemaritiman sehingga pemanfaatan dan pengelolaan harus dilakukan secara bijak Lestari dan berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat.

Tambahnya, Undang-undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang kelautan telah mengamanatkan bahwa pengusahaan sumber daya kelautan dilakukan melalui pengelolaan dan pengembangan industri kelautan. (FM-08)