Walkot Ambon Berkesempatan Ikut Dialog Anugerah Kebudayaan PWI

Walkot Ambon Berkesempatan Ikut Dialog Anugerah Kebudayaan PWI

Februari 7, 2020 0 By admin

AMBON,FM.-  Wali kota Ambon, Richard Louhenapessy berkesempatan mengikuti dialog kebudayaan yang diselenggarakan PWI Pusat dan panitia Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2020, yang terlaksana di Mercure Hotel-kota Banjarmasin- Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (07/02/2020)
Dialog ini digagas sehari sebelum acara penganugrahan kebudayaan kepada 10 Walikota/Bupati yang lolos dalam seleksi ketat PWI Pusat.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam kesempatan tersebut diberi kesempatan selama 15 menit untuk memberi penjelasan singkat tentang kota Music dunia.

Dirinya menjelaskan, kota Ambon memang identik dengan musik. seakan terlahir dengan DNA bermusik.
“Orang Ambon itu
kalau tidak menyanyi bisa sakit, atas bakat musik masyarakat Ambon akhirnya datang tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga luar
negeri.
Ambon ditetapkan oleh UNESCO sebagai City of Music atau Ambon Kota Musik Dunia dan masuk pada skema UNESCO
Creative Cities Network (UCCN)
Pencanangan tersebut sempat ramai diperbincangkan dan diperdebatkan.

Lanjutnya, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) mendukung deklarasi Ambon
menuju kota musik dunia pada
29 Oktober 2016.
Atas dasar itu, Louhenapessy membentuk Tim Perencanaan Pembangunan Ambon Menuju Kota Musik Dunia bekerja sama dengan
BEKRAF.
“Setelah didaftarkan,BEKRAF turun
ke lapangan untuk melakukan
verifikasi melalui Penilaian Mandiri Kota Kabupaten Kreatif se-Indonesia.hasilnya, Kota Ambon diakui secara
nasional sebagai kota kreatif
berbasis musik atau Ambon, City
of Music.dasar komitmen itu, lantas membuat pemerintah  membangun tugu bertuliskan “Ambon City
of Music”.

Tak berhenti disitu, dalam upaya yang sama juga, pemerintah kota Ambon dan DPRD Kota Ambon mengeluarkan
Peraturan Daerah (Perda) Nomor
2 Tahun 2019 tentang Ambon
Kota Kreatif Berbasis Musik.

“Langkah itu dirasa belum
cukup. Tim Perencanaan pembangunan Ambon Menuju Kota Musik Dunia saya rubah statusnya jadi kantor Ambon
Music Office (AMO),” kata
Louhenapessy

Tanpa henti, langkah itu terus berjalan dan harus diimplementasikan. Bersama dengan AMO mendaftarkan Kota Ambon
sebagai kota musik dunia
ke pihak UNESCO.

Tepat ditanggal 31 Oktober 2019 lalu,  UNESCO langsung menetapkan Ambon sebagai Ambon UNESCO City of Music atau Ambon Kota Musik Dunia dan
masuk pada skema UNESCO Creative Cities Network (UCCN) berbasis Musik.

Akuinya, 90 persen penduduk Kota Ambon memiliki DNA dan intuisi bermusik yang tinggi. Akan tetapi, musik belum mampu membawa pertumbuhan ekonomi dan memperluas pasar kerja.
“Musik hanya menjadi hobi dan pengisi
waktu, bakat musik juga berkembang secara alami dari generasi ke generasi,” bebernya.

Tujuan inovasi, katanya, adalah menciptakan industri kreatif musik
berbasis harmonis, religius dan sejahtera yang sejalan SDGs 2030. Hasilnya? Sejak
kreativitas musik dijadikan peluang usaha maka angka pengangguran dapat ditekan dari 6,95 persen (2016) menjadi 4,94 persen (2018) bahkan Persentase pengangguran menurun 1,00 persen per
tahun. tutur Walikota.

Tak hanya walikota Ambon, terdapat juga 9 kepala daerah lainnya yang turut hadir dalam dialog kebudayaan dimaksud diantaranya: Walikota Tanggerang Selatan, Airin Rachmi Diany, Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani, Walikota Bau-Bau, AS Tamrin, Bupati Gunungkidul, Badingah, Bupati Halmahera Barat, Danny Missy, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Adriani, Bupati Serdang Bedagai, Soekirman, dan Bupati Tubaba, Umar Ahmad.

Tepat di puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang akan dibuka langsung oleh Presiden RI,Joko Widodo, kesepuluh kepala daerah ini akan diberikan penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI. (FM-07)