Puluhan Siswa SMK di Waisama- Bursel Terancam Tak Ikut Ujian
Februari 13, 2020Namrole, FM,- Puluhan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Simi, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) terancam tak ikut ujian, baik itu simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Ujian Sekolah maupun UNBK. demikian ungkap anggota Komite SMK Negeri Simi yang juga tokoh adat Desa Simi, Ahmad Buael kepada wartawan di Namrole, Kamis (13/2).
“Dengan kondisi SMK Negeri Simi saat ini, sebanyak 32 siswa terancam ikut ujian yang akan berlangsung dalam waktu dekat,” kata Buwael.
Menurut Buwael, setelah dilakukannya proses serah terima Kepala SMK Negeri Simi dari Usman Ali Ihksan kepada Mahyudin Solissa pada hari Senin 10 Februari 2020 lalu yang dilakukan oleh Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Dahlan Solissa, aktivitas pendidikan di sekolah tersebut tak berjalan normal lagi.
Sebab, lanjutnya, pasca serah terima Kepala Sekolah di sekolah yang memiliki 1 guru PNS dan 1 Pegawai Administrasi PNS serta 9 guru honor sekolah itu, ternyata para guru honorer langsung menyatakan sikapakan mengudurkan diri.
“Akibatnya saat ini aktivitas belajar mengajar di sekolah pun tidak berjalan. Bahkan tidak ada guru yang masuk sekolah dan siswa pun sehari-hari yang masuk sekolah hanya 7-8 siswa saja,” ungkap Buwael.
Dikatakan, langkah para guru honorer yang ingin mengundurkan diri itu merupakan bentuk kekecewaan dari para guru atas proses serah terima Kepala Sekolah yang diduga sarat dengan kepentingan politik Pilkada Kabupaten Bursel.
“Anehnya lagi, proses serah terima itu tak diketahui sama sekali oleh Komite Sekolah maupunorang tua murid. Kami sangat sesalkan proses ini karena diduga sarat dengan kepentingan politik,” ucapnya.
Menurut Butuwael, seorang CPNS itu siap ditempatkan dimana saja. Tetapi setelah SK 100 persen, maka proses mutasi yang dilakukan itu minimal karena melakukan kesalahan administrasi dan tidak loyal terhadap pimpinan.
“Jadi, seseorang dalam jabatan, minimal promosi jabatan bukan hukuman politik karena kepentingan politik. Kalau begini, ya para siswa yang jadi korban,” paparnya.
Apalagi, tambahnya, tanggal 18 Februari 2020 nanti direncanakan akan dilakukan simulasi UNBK bagi 32 siswa di sekolah tersebut. Selanjutnya, pada tanggal 22 Februari 2020 akan diadakan Ujian Sekolah yang hasilnya akan menentukan lulus atau tidaknya 32 siswa di sekolah tersebut.
“Sedangkan UNBK akan dilaksanakan tanggal 16 Maret 2020 nanti. Tapi hingga saat ini simulasi UNBK, Ujian Sekolah maupun UNBK terancam gagal dilaksanakan di SMK Negeri Simi, karena pasca serah terima itu tidak ada persiapan apa-apa menjelang pelaksanaan beragai tahapan pendidikan yang turut menentukan masa depan anak-anak itu,” paparnya.
Olehnya itu, Butuwael meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku untuk menyikapi masalah ini sehingga ada solusi terbaik dan tidak mengorbankan masa depan 32 siswa ini demi kepentingan politik oknum-oknum tertentu. (FM-09)
