BI Maluku Terus Bergerak Sosialisasikan Penggunaan QRIS Unggul
Februari 17, 2020AMBON,FM.- Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Maluku mensosialisasikan penggunaan Qris unggul kepada ratusan siswa dan mahasiswa di kota Ambon-Maluku, yang terlaksana pada salah satu hotel di kota Ambon, Senin (17/02/2020)
Ratusan mahasiswa dan siswa tersebut diantaranya Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Maluku (Ukim), Unpatty dan IAIN Ambon serta siswa SMKN 7, SMKN 5 Ambon.
Kepala Kantor Perwakilan Wilayah BI Maluku, Noviarsano Manullang kepada wartawan disela-sela kegiatan menyatakan, selain sosialisasi tentang penggunaan Qris karena memang anak mudalah yang akan banyak menggunakannya.
Dia menjelaskan, QRIS (Quick Response [QR] Code Indonesian Standard) merupakan standar QR Code untuk pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking.
Setiap penyedia Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) berbasis QR (termasuk PJSP asing) wajib menggunakan QRIS.
Penggunaan QRIS sangatlah menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang bisa digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel.
“Kita lebih ke kaum milenial, karena kaum inilah yang nantinya akan sering menggunakan sistem Qris ini,” ucapnya.
Sejak mulai dilaunching pada tanggal 17 Agustus 2019 lalu, Bank Indonesia akan terus bergerak melakukan sosialisasi baik kepada kaum millenial, pelaku usaha maupun masyarakat secara umum tergantung kepada siapa sosialisasi ini diberikan.
Sosialisasi bukan hanya dalam bentuk tatap muka secara langsung, melainkan dengan menggunakan berbagai media baik media Sosial maupun media massa.
“Sosialisasi kita akan terus berlanjut, kita akan kemas sesuai dengan konsep, artinya bila dilakukan kepada kaum muda ya kita buat tema,panggungnya juga sesuai, ada group musik anak muda, sebaliknya jika dilakukan kepada pelaku usaha tentu temanya akan berbeda juga, selain dalam bentuk tatap muka begini, kita juga buat di media sosial ataupun media massa,” demikian Manullang. (FM-05)
