NTP Maluku Mei 2020 Turun 0,92 Persen
Juni 2, 2020AMBON,FM,- Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku pada Mei 2020 adalah sebesar 95,68, atau turun 0,92 persen dibanding Mei 2020 yang tercatat sebesar 96,57.demikian ungkap Ir. Jessica E. Pupella, M.Si, Kepala Bidang Statistik Distribusi pada BPS Maluku, dalam releasenya ya g diterima media ini, Selasa ( 02/06/2020)
Penurunan terjadi karena penurunan It sebesar 0,55 persen dan peningkatan Ib yang tercatat sebesar 0,37 persen.
Dikatakan, empat subsektor mengalami penurunan NTP: subsektor hortikultura (2,21 persen), subsektor tanaman pangan (1,17 persen), subsektor perikanan (1,12 persen)yang disumbangkan oleh penurunan kelompok perikanan tangkap (1,37 persen), dan subsektor tanaman perkebunan rakyat (0,52 persen). Satu-satunya subsektor yang mengalami peningkatan NTP: subsektor peternakan (0,51 persen).
Tambahnya, Komoditas pertanian yang mengalami penurunan harga di tingkat petani/ penyumbang terbesar penurunan It: hortikultura:cabai rawit, cabai merah, tomat, buncis, terung, kacang panjang, kunyit, lengkuas, sereh, dan cabai hijau; tanaman pangan:ketela pohon dan kacang tanah; perikanan: ikan cakalang, tongkol, kerapu, tuna, layang, kembung, selar, baronang, kuwe,dan julung-julung (roa).
Akuinya, Provinsi Maluku mengalami inflasi perdesaan pada Mei 2020 sebesar 0,41 persen, urutan ke-4dari 34 Provinsi seluruh Indonesia. 6 (enam) kelompok pengeluaran mengalami peningkatan IKRT: kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar lainnya (0,64 persen); kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,52 persen), kelompok kesehatan (0,14 persen), kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,11 persen), kelompok transportasi (0,06 persen), dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,03 persen). Satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan yaitu pakaian dan alas kaki (0,01 persen).
Sedangkan, keempat kelompok pengeluaran lainnya tidak mengalami perubahan.10 Komoditas dengan inflasi terbesar Maluku Mei 2020: ikan cakalang, bawang merah, ikan layang, ikan selar, ikan kembung, minyak tanah, minyak goreng, tahu mentah, rokok kretek filter, dan telur ayam ras.
Lanjutnya, NTUP Maluku Mei 2020: 100,06 atau turun 0,55 persendibanding April 2020. NTUP subsektor hortikultura berada pada posisi tertinggi dengan capaian sebesar 104,92
-0,04.
Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 42 kecamatan di Provinsi Maluku pada Mei2020, diketahui bahwa NTP Provinsi Maluku secara rata-ratamengalami penurunan sebesar 0,92persen dibanding April2020, atau turun dari 96,57pada April2020 menjadi 95,68pada Mei2020.
Penurunan NTP disebabkan oleh indeks harga hasil produksi pertanian (It) yang tercatat turun sebesar 0,55persen dan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga petani maupun untuk keperluan produksi pertanian (Ib) yang tercatat naik sebesar 0,37persen. Penurunan NTP pada Mei2020 disumbangkan oleh penurunan NTP pada 4(empat) subsektor.
Penurunan NTP tertinggi dialami oleh subsektor tanaman hortikultura sebesar 2,21persen, diikuti olehsubsektor tanaman pangan sebesar 1,17persen, subsektor perikanan sebesar 1,12 persen, yang disumbangkan oleh penurunan pada kelompok perikanan tangkap sebesar 1,37 persen, dan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,52persen.
Sebaliknya, satu-satunyasubsektor yang mengalami peningkatan NTP, yaitu subsektor hortikultura sebesar 0,51persen.NTP Provinsi Maluku Mei2020 tanpa subsektor perikanan tercatat sebesar 95,18. Angka tersebut mengalami penurunan, yaitusebesar 0,90persen jika dibandingkandengan April2020.
Pada periode yang sama NTP Provinsi Maluku berada 3,79poin di bawah level NTP Nasional yang tercatat sebesar 99,47.(FM-08)
