Puluhan Pedagang Kota Jawa Mengadu ke DPRD

Puluhan Pedagang Kota Jawa Mengadu ke DPRD

Agustus 27, 2020 0 By admin

AMBON,FM,- Puluhan Pedagang yang harinya menjajakan dagangan kuliner malam tepat di talud kawasan spead kota Jawa-Ambon mengadu ke DPRD kota Ambon.

Pengaduan mereka lantaran beberapa waktu lalu, tim patroli satuan gugus tugas percepatan penanganan covid 19 di kota Ambon. salah satunya adalah melarang pedagang berjualan lantaran menghindari terjadinya kerumunan orang padahal menurut pedagang hal itu bisa diatur oleh mereka bukan dengan cara melarang mereka berjualan.

Kunjungan pedagang diterima langsung oleh Komisi II DPRD kota Ambon, di ruang sidang utama-Baileo Rakyat, Belso-Ambon, Kamis (27/08/2020)

Dalam pertemuan tersebut, komisi mendengarkan langsung setiap keluhan yang disampaikan oleh pedagang dan berinisiatif untuk nantinya mengundang, Satpol PP, Dinas Perindusterian dan Perdagangan, Polsek Kota Jawa, dan perwakilan pedagang untuk mencari solusi terbaik.

“Jadi kita sudah dengar keluhan dari pedagang kota Jawa, untuk itu nantinya kita akan panggil instansi terkait baik Satpol PP, Disperindag dan pedagang untuk membahas masalah ini dan mencari solusi terbaiknya seperti apa,” ungkap Wakil Ketua Komisi II DPRD kota Ambon, Hari Far-Far kepada wartawan usai pertemuan dimaksud.

Menurutnya, sesuai anjuran presiden kita sudah memasuki fase kebangkitan ekonomi dan akan menjadi prioritas komisi agar pengaduan dari PKL dapat memberikan jalan keluar yang terbaik agar ke depan dapat disetting sedemikian rupa agar tetap dapat berjualan.

Akuinya, memang mayoritas masyarakat di sekitaran kota Jawa menggantungkan hidupnya pada jualan di di lokasi tersebut, komisi akan tetap konsisten terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat termasuk PKL.

“Sebagian besar masyarakat yang tinggal pada lokasi tersebut, menggantungkan hidupnya dari berjualan kuliner itu, saat pandemic seperti ini seluruh lini kehidupan mengalami keterpurukan terutama dari sisi ekonomi, jika seperti ini, masyarakat kecil yang hanya bersandar dan bergantung pada berjualan kecil-kecilan juga dilarang atau dihentikan oleh Satgas Covid, apa jadinya dengan hidup mereka ? itu yang kita seriusi,” tutup Far-Far (FM-08)