DPPKB Ambon Gelar Rapat Pengendalian Program KKBPK Tahun 2022
April 13, 2022AMBON, FM, – Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah kota Ambon menggelar rapat pengendalian program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga tahun 2022 yang diikuti oleh seratus lima puluh orang terdiri dari Pimpinan OPD lingkup. pemkot Ambon, lurah, raja, camat, kades dan mitra terkait, pada salah satu hotel di kota Ambon, Kamis (14/04/2022)
Kegiatan ini bertemakan penguatan program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting melalui optimalisasi sumber daya dan konvergensi lintas sektor di Kota Ambon.
Pengendalian program ini merupakan momentum yang sangat strategis untuk dapat membangun komitmen bersama antara pemerintah sebagai mitra kerja tentang arah dan pembangunan keluarga dalam pembangunan dalam rangka menurunkan stunting di Kota Ambon.
Pertemuan ini bertujuan guna mengevaluasi dan merumuskan permasalahan serta hambatan dalam pelaksanaan pencapaian sasaran program KKBPK di Kota Ambon, menetapkan segmentasi sasaran sebagai fokus penggarapan program kependudukan KKBPK dalam percepatan penurunan stunting serta menyusun strategi dan langkah-langkah akselerasi pencapaian program.sehingga dapat menurunkan stunting di Kota Ambon.
Turut hadir sebagai narasumber yakni Kepala Bappeda Litbang Kota Ambon Kepala Dinas Sosial Kota Ambon dan Kepala perwakilan BKKBN provinsi Maluku dengan materi tentang strategi dan kebijakan penanganan program KKBPK di Kota Ambon dan juga percepatan penurunan stunting.
Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Bidang Perekonomian, Fahmy Salatalohy menyebutkan, pelaksanaan rapat pengendalian program ini adalah 1 agenda penting karena memberi kesempatan untuk menyusun dan menyepakati berbagai kebijakan strategis dan langkah operasional program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga dalam rangka mewujudkan sinergitas dan sinkronisasi arah kebijakan pembangunan bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana antara pemerintah kota Ambon yakni BKKBN bersama mitranya dalam hal ini para kepala UPTD serta para mitra kerja terkait walaupun dalam kondisi pandemi covid 19.
Pelayanan kepada masyarakat harus dipastikan betul masyarakat atau keluarga keluarga di Kota Ambon terlayani dari sisi kesehatan terutama kesehatan ibu dan anak ketersediaan kontrasepsi kepada pasangan usia subur sehingga dapat mengatur jarak kelahiran yang pada akhirnya dapat mempersiapkan generasi Generasi masa depan iman yang berkualitas bagi daerah kita.
Patut disyukuri juga di Tahun 2022 ini DPC PKB Kota Ambon berhasil meraih 2 penghargaan dari BKKBN pusat sebagai juara terbaik untuk pengelola program bidang pengendalian penduduk tahun 2021 dan terbaik 1 pengelola Kampung keluarga berkualitas tingkat provinsi Maluku.
Penilaian ini didasarkan pada beberapa aspek diantaranya terdapat penurunan angka kelahiran total dari 2,04 menjadi 2,00 hal ini dapat diartikan bahwa wanita usia 15 sampai dengan 49 tahun di Kota Ambon rata-rata mempunyai 2 sampai dengan 3 anak.
” penghargaan ini adalah berkat kerjasama kita sekalian selaku stakeholder maupun mitra kerja yang secara konvergen dan bersama-sama telah berkolaborasi melaksanakan program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga dengan baik meskipun disadari mengatasi dinamika pertumbuhan penduduk bukanlah satu hal yang gampang atau biasa-biasa saja sebab itu isu penduduk tentu bukan hanya terbatas pada masalah angka namun angka dapat menentukan kualitas, “akuinya.
Dirinya meminta kepada DPP PKB Kota Ambon agar dapat memahami perubahan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat dan bergegas mengadaptasi konsep pendekatan programnya sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini.
Selain itu kebijakan program harus inklusif terhadap pluralitas yang ada di tengah masyarakat dan mengapresiasi nilai-nilai Luhur budaya lokal yang ada.
Diharapkan dengan kekuatan lini lapangan dapat mewujudkan tujuan mulia untuk mensejahterakan keluarga yang ada khususnya di Kota Ambon maupun Maluku dan di Indonesia secara umum. (FM-09)
