Pekerjaan Jalan Lapen Nuwewang – Tutwaru Diduga Asal-Asalan
Desember 29, 2022AMBON, FM, – Pekerjaan jalan Lapen Desa Nuwewang ke Desa Tutwaru, Kecamatan Letti, Kabupaten Maluku Barat Daya Tahun 2021 dengan anggaran senilai Rp 5,9 Miliar yang di kerjakan oleh kontraktor Wempy Tahalele alias Ko Bun diduga pekerjaan tersebut dikerjakan asal-asalan alias amburadul. Demikian disampaikan Direktur Mollucas Corupption Watch (MCW) S. Hamid Fakaubun, MH, kepada awak media, kemarin.
Menurut Fakaubun, pekerjaan jalan tersebut dikerjakan tidak sesuai spek. Sangat disayangkan, atas kondisi pembangunan jalan itu. Padahal, kontraktornya adalah orang Letti yang seharusnya pekerjaan dilakukan dengan baik. Malah sebaliknya meresahkan dan merugikan negara.
Dia mendesak Kejaksaan Negeri Maluku Barat Daya untuk segera bertindak memanggil kontraktor Ko Bun untuk diperiksa. Karena, lanjut direktur MCW, sesuai informasi yang diterima dari pekerjaan tersebut sudah ada temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK) atas kerugian negera pada pekerjaan jalan tersebut.
” Saya meminta Kejaksaan Negeri MBD untuk tidak tinggal diam. Akses jalan di wilayah MBD sangat dibutuhkan. Karena akses jalan dapat menghubungkan antardesa guna peningkatan ekonomi. Tetapi tipe kerja amburadul seperti ini harus diberi pelajaran sehingga masyarakat tidak menjadi korban” tegas dosen IAIN Ambon itu.
Fakaubun menduga, kontraktor ( Ko Bun) di back up oleh oknum tertentu sehingga walaupun ada beberapa pekerjaan yang diduga juga dikerjakan amburadul tetapi sampai dengan saat ini belum disentuh oleh para penegak hukum.
Dia meminta selain Kejaksaan Negeri tetapi Polres MBD juga tidak tinggal diam melihat persoalan ini. Karena, Pemerintahan Jokowi saat ini sangat memperhatikan pembangunan di wilayah 3T. Jadi jika Kejaksaan dan Polres ikut terbawah arus dengan sikap kontraktornya maka sama halnya tidak mendukung kebijakan Pemerintahan Jokowi, tuturnya. (Fm-05)
