Peminat Mitan di Kabupaten SBT- Maluku Naik 5 Persen
Maret 6, 2025AMBON, fokusmaluku.com- Saat ramadhan dan Idul Fitri ini diperkirakan akan terjadi peningkatan permintaan sekitar 5 persen.
“Secara umum penyaluran mitan masih dalam kondisi normal dan sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan kebutuhan saat memasuki bulan Ramadhan, Pertamina telah melakukan penyaluran tambahan sebanyak 10 KL di minggu pertama maret dan akan dilakukan penyaluran tambahan lagi.
Saat ini, penyaluran mitan di wilayah Kab. SBT didukung sebanyak 3 agen dan 208 pangkalan resmi Pertamina yang tersebar di seluruh wilayah yang disalurkan langsung dari fuel terminal Bula.
“Ketahanan stok mitan saat ini di FT Bula mencapai 10 hari kedepan. Stok akan terus dijaga seiring dengan suplai secara berkala dari Integrated Terminal (IT) Wayame.drngan demikian stok minyak tanah untuk masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Timur dalam kondisi aman menyesuaikan kuota dari pemerintah untuk masing-masing daerah kota/kabupaten.
“Pertamina berharap masyarakat atau konsumen memahami bahwa jika ada kendala penyaluran mitan di satu atau dua pangkalan tidak mengartikan bahwa di pangkalan lainnya juga terjadi hal yang sama. Kami akan terus berupaya mengoptimalkan penyaluran mitan sesuai dengan aturan yang ada,” ujar Area Manager Commrel & CSR Regional Papua Maluku, Ispi Abbas dalam keterangan persnya pada Rabu (06/03/2025).
Berdasarkan pengecekan dan monitoring yang dilakukan di sejumlah pangkalan mitan di Kota Bula oleh tim lapangan. Kondisi masih kondusif dan pembelian mitan di pangkalan masih kondisi normal.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan membeli mitan di pangkalan resmi karena kami pastikan stok mitan di Kab. SBT masih dalam kondisi yang cukup dan tetap akan disalurkan sesuai dengan kouta yang sudah ditetapkan pemerintah,” tutur Ispi.
Selain itu, sebagaimana diatur dalam Pepres 191 Tahun 2014, pengguna mitan adalah rumah tangga, usaha mikro dan usaha perikanan untuk keperluan memasak dan penerangan.
“Untuk sektor usaha yang bukan dalam kategori pengguna sesuai Perpres, dihimbau untuk tidak menggunakan mitan subsidi agar mitan subsidi ini dapat mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pertamina senantiasa berkomitmen untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi mitan di wilayah SBT.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan pihak terkait untuk memastikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jika masyarakat mengalami kendala dalam mendapatkan mitan atau menemukan harga yang tidak sesuai HET, silahkan menghubungi Pertamina Call Center di 135,” pungkas Ispi.
Untuk diketahui, Berdasarkan data penyaluran hingga Februari 2025, di Kab. SBT sekitar 17 persen dari kuota yang sudah ditetapkan pemerintah dan penyaluran masih dalam kondisi normal. (**)


