Dokter Yusda Tuharea Harus Dievaluasi
Agustus 28, 2025AMBON, fokusmaluku.com- Dokter Yusda Tuharea, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Ambon berulah, dalam profesi yang diemban sebagai seorang dokter mestinya menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, bukan lantas menunjukan sikap tak beretika saat tim penilai kebersihan OPD turun ke Dinas Kesehatan untuk melakukan proses penilaian.
Faktanya, saat tim penilai kebersihan yakni Ketua Tim Dharma Wanita Persatuan ( DWP) yang adalah istri Sekretaris kota Ambon,Sartje Sapulette juri dari LSM dan LHP tiba di dinas Kesehatan dan menyapa sebagian dari pegawai yang saat ini ada, selamat siang semua, namun tidak ditanggapi sedikitpun oleh satupun pegawai Dinas Kesehatan. Bahkan mereka menatap dengan penuh kebingungan.
Saat tim menghampiri ruangan-ruangan kerja, sontak disambut oleh dr.Yusda dan dua rekan lainnya ini dari mana, mau ketemu sapa, dengan nada lembut dijawab oleh Ibu Ketua Dharma Wanita,”katong dari tim penilai kebersihan” langsung dengan nada besar dan kasar,Tuharea menjawab ancor sudah, katong pung ruangan model bagini sambil membuka tangannya keatas dan berjalan menerobos ibu ketua DWP yang saat itu sedang berdiri di depan pintu masuk ruang tengah lantai 2.
Dari sikap arogannya itu, Ketua DWP kota Ambon, bahkan bertanya kepada sekretaris pribadi dan beberapa pegawai yang berada tepat di depan ruangan kepala dinas
“Mengapa kami tim penilai datang, tidak ada satupun yang menyambut kami, kenapa OPD lain bisa menyambut kami dengan baik, kenapa disini seakan cuek seperti ini, apakah memang kalian tidak menerima surat dari pemerintah kota Ambon bahwa tim akan turun melakukan penilaian, jawab mereka sudah didapat, tetapi kenapa kehadiran kami tidak ditanggapi oleh kalian, pegawai dan Sespri hanya terdiam kebingungan.
Ketua DWP bahkan meminta terima kasih kepada pegawai pegawai dinas kesehatan yang ada. Sekaligus stop melakukan proses penilaian ( blacklist) dan langsung meninggalkan kantor tersebut.
Atas sikap tidak beretika dan sombong itu, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mestinya mengambil sikap atas sikap Tuharea karena dianggap tidak memberikan dukungan terhadap program pemerintah kota Ambon yang sedang berjalan menyonsong HUT kota Ambon ke 450 tahun 2025.
“Kepada awak media, Sapulette mengaku sangat kecewa dengan sikap dokter Yusda, karena beliau itu dokter, mestinya menunjukan sikap yang baik, bukan dengan terang-terangan menunjukan sikap aslinya yang tidak perduli dengan menganggap orang lain tidaklah penting.
Dikatakan Sapulette, karena tidak diterima baik oleh dinas kesehatan kota Ambon, tim juri berkeputusan tidak memberikan nilai apapun kepada dinas dimaksud.
Dalam pandangan tim media yang saat turut hadir dalam rombongan adalah mungkin Tuharea lagi stres karena berpikir akan diangkat menjadi Plt.Kadis Kesehatan kota Ambon, namun sayangnya saat proses pelantikan bukan Tuharea yang dipilih oleh Walikota Ambon tetapi Dokter Norimarna yang adalah Kepala puskesmas Rumah Tiga.
Untuk diketahui, perlakuan yang terjadi di dinas kesehatan kota Ambon pernah terjadi lagi dua tahun lalu di dinas lain, saat tim penilaian turun dan melakukan penilaian yang sama.
Sampai berita ini dinaikan, Yusda Tuharea tidak sedikitpun meminta maaf atas sikapnya kepada ketua DWP kota Ambon dan tim dewan juri. publikpun berharap ada sikap tegas dari Walikota Ambon dalam menanggapi mental ASN Pemkot Ambon yang seperti ini, sangat mengecewakan dan memalukan. (Eda L)


