Pertahankanlah “Nadi Bangsa”
Oktober 23, 2025AMBON, fokusmaluku.com- Pertamina nadi bangsa, BUMN yang bergerak di sektor energi, khususnya minyak dan gas bumi, dengan lingkup bisnis dari hulu (eksplorasi dan produksi) hingga hilir (pengolahan, pemasaran, distribusi harus tetap dijaga dengan kualitas tinggi agar tetap aman dan menjadi yang terbaik.
Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tanggal 10 Desember 1957 saat pemerintah Indonesia mendirikan PT Perusahaan Minyak Nasional (Permina) untuk mengelola ladang minyak di Aceh Timur dan Aceh Tamiang. Pada tahun 1961, Permina ditetapkan menjadi sebuah perusahaan negara (PN) dengan nama PN Pertambangan Minyak Nasional (Permina).[7] Pada tahun 1968, Permina digabung dengan PN Pertambangan Minyak Indonesia (Pertamin) untuk membentuk perusahaan ini dengan nama PN Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Nasional (PN Pertamina).[8] Pada tanggal 1 Januari 1972, nama perusahaan ini diubah menjadi Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina).[9] Pada bulan September 2003, sebagai pelaksanaan UU No 22 Tahun 2001, perusahaan ini ditetapkan menjadi sebuah persero dan namanya diubah menjadi seperti sekarang.
Pada tahun 2017, melalui PT Pertamina Internasional EP, perusahaan ini mengakuisisi 72,65% saham Etablissements Maurel et Prom (M&P) asal Prancis, sehingga perusahaan ini dapat eksis di dua belas negara di empat benua. Pada tanggal 1 Januari 2018, melalui PT Pertamina Hulu Indonesia, perusahaan ini resmi menggantikan Total E&P Indonesia sebagai pengelola Blok Mahakam. Pada bulan April 2018, pemerintah resmi menyerahkan mayoritas saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk ke perusahaan ini sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding BUMN yang bergerak di bidang minyak dan gas.
Pada tahun 2019, perusahaan ini meluncurkan biosolar dengan kandungan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebanyak 30% atau B30. Pada bulan Juni 2020, perusahaan ini menunjuk PT Pertamina Hulu Energi, PT Kilang Pertamina Internasional, PT Pertamina Patra Niaga, PT Perusahaan Gas Negara, PT Pertamina Power Indonesia, dan PT Pertamina International Shipping masing-masing sebagai induk subholding hulu, kilang & petrokimia, komersial & perdagangan, gas, energi baru terbarukan, dan logistik kelautan. Pada bulan Agustus 2021, melalui PT Pertamina Hulu Rokan, perusahaan ini resmi mengambil alih pengelolaan Blok Rokan dari Chevron Pacific Indonesia.
Pada bulan Maret 2025, pemerintah menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke Biro Klasifikasi Indonesia, sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding operasional di internal Danantara
Perusahaan ini didirikan pada tahun 1968 dan memiliki peran strategis sebagai holding company energi nasional sejak tahun 2020, membawahi enam Subholding yang bergerak di bidang energi dan pengembangan energi baru terbarukan.
Inilah beberapa hal penting tentang Pertamina:
Status dan Kepemilikan: PT Pertamina (Persero) adalah perusahaan BUMN dengan mayoritas saham dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.
Bisnis Utama: Pertamina bergerak dalam bisnis minyak dan gas bumi, baik dalam kegiatan eksplorasi, produksi, pengolahan, transportasi, hingga pemasaran.
Holding Energi Nasional: Sejak tahun 2020, Pertamina berperan sebagai perusahaan induk di sektor energi, mengawasi berbagai Subholding yang fokus pada bidang spesifik.
Subholding dan Bidang Usaha: Pertamina membawahi enam Subholding, di antaranya:
Upstream: Mengelola hulu migas (PT Pertamina Hulu Energi).
Gas: Mengelola bisnis gas (PT Pertamina Gas Negara).
Refinery & Petrochemical: Mengelola kilang dan petrokimia (PT Kilang Pertamina Internasional).
Power & NRE: Mengelola energi listrik dan energi baru terbarukan (PT Pertamina Power Indonesia).
Commercial & Trading: Mengelola niaga dan distribusi (PT Pertamina Patra Niaga).
Integrated Marine Logistics: Mengelola logistik maritim terintegrasi (PT Pertamina International Shipping).
Produk: Pertamina menghasilkan berbagai produk energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar khusus (BBK), gas, produk non-BBM, dan petrokimia.
Komitmen: Perusahaan ini memiliki komitmen untuk menyediakan energi dan mengembangkan energi baru terbarukan demi kemandirian energi nasional dan juga menjaga keberlanjutan sosial serta ekologi.
PT Pertamina sendiri menjual berbagi produk diantaranya Bahan Bakar Minyak,Pertamax,Pertamax Turbo,Pertamax Racing,Pertalite,Premium,Pertamina Dex,Dexlite
Solar,Bio Solar,Minyak Tanah
Non-minyak: Minarex, HVI 90, HVI 160, Lube Base, Green Coke, Aspal
Gas: BBG, Vigas, LPG, CNG, Musicool
Pelumas.
Fastron adalah pelumas yang digunakan untuk mobil berbahan sintetis.
Prima XP SAE 20W-50 adalah pelumas produksi Pertamina untuk mesin bensin.
Mesran Super SAE 20W-50 adalah pelumas mesin bensin.
Mesrania 2T Super-X adalah pelumas mesin bensin dua langkah yang berpendingin air seperti mesin tempel atau speed boat. Pelumas ini diproduksi oleh Pertamina. Juga cocok untuk penggunaan pada motor tempel yang lebih kecil dan mesin ketam, mesin gergaji, bajaj dan bemo.
2T Enviro merupakan pelumas kendaraan 2 Tak dengan bahan bakar bensin juga pelumas semi sintetis yang dibuat dari bahan dasar pelumas mineral ditambah bahan dasar pelumas sintetis Poly Isobutylene. Direkomendasikan untuk digunakan pada mesin kendaraan 2 Tak berbahan bakar bensin dengan pendingin udara. Kendaraan-kendaran 2 Tak buatan Jepang seperti Kawasaki, Yamaha, Suzuki, Honda dan Vespa, dapat juga digunakan untuk mesin gergaji (chain saw) dan mesin potong rumput.
Enduro adalah pelumas untuk mesin motor 4-tak.
Meditran adalah pelumas untuk mesin diesel seperti bus & truk.
Rored adalah pelumas untuk gardan kendaraan.
Petrokimia: Pure Teraphithalic Acid (PTA), Paraxyline, Benzene, Propyline, Sulfur.
Atas dedikasi dan kerja nyata Pertamina, akhirnya mendapatkan banyak pengakuan dari berbagai ok pihak melalui Penghargaan
Yakni (Masyarakat Peduli Sampah) – ISDA 2021
PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, Zona 9 – Regional Kalimantan, Subholding Upstream Pertamina untuk Program Balanipa (Pengelolaan Daur Ulang Limbah Tali) – ISDA 2021.
PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, Zona 9 – Regional Kalimantan, Subholding Upstream Pertamina untuk Program Jaga Pesisir Kita – ISDA 2021.
PT Pertamina Patra Niaga, Regional Jawa Bagian Barat FT Tasikmalaya, Subholding Commercial & Trading Pertamina untuk Program Bank Sampah Puspa Sari – ISDA 2021
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat FT Tanjung Gerem, Subholding Commercial & Trading Pertamina untuk Program Pemberdayaan UKM dalam Upaya Peningkatan Gizi Balita – ISDA 2021
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat DPPU Husein Sastranegara Bandung, Subholding Commercial & Trading Pertamina untuk Program Campaka Sobat Bumi – ISDA 2021
Bronze Category :
PT Pertamina Internasional Bronze Award untuk Kategori Asia’s best SDGs Reporting yang diselenggarakan oleh Asia Sustainability Reporting Awards (ASRA) – 2022,Local Hero Category :
Sahril Sang Mantri Mangrove – terbaik 1 binaan PT Pertamina Hulu Energi WMO, Zona 11 – Regional Indonesia Timur, Subholding.
Di Indonesia timur, Integrated Terminal Wayame justru dianggap sebagai urat nadi distribusi energi di Indonesia Timur
IT Wayame menjadi salah satu storage BBM terbesar di timur Indonesia, dengan total kapasitas mencapai 189 ribu kilo liter (KL), IT Wayame menjadi titik awal distribusi BBM melalui 19 terminal BBM lainnya yang tersebar di Maluku dan Papua. Melihat vitalnya peran IT Wayame, kehandalan sarana dan fasilitas, serta kehandalan pengecekan kualitas BBM sebelum dikirimkan ke terminal lain menjadi prioritas utama Pertamina Patra Niaga.
“Mulai dari sebelum produk masuk ke tanki timbun, saat di tanki timbun, sebelum didistribusi langsung ke SPBU ataupun dikirimkan ke terminal diseluruh Maluku Papua, pemeriksaan kualitas produk menjadi yang utama.
Untuk mendukung hal ini, kami perkuat sarana dan fasilitas pengujian mutu BBM di IT Wayame dengan peralatan pengujian mutu yang lengkap” jelas Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo.
Pemeriksaan kualitas dan uji sample BBM di tangki timbun dilakukan secara rutin.
Beberapa hal umum yang dicek adalah kesesuaian angka oktan tiap produk bensin dan cetane index produk diesel, pemeriksaan kadar air, dan pemeriksaan visual meliputi warna dan tingkat kecerahan. Secara lengkap hal yang dicek meliputi uji densitas, uji viskositas, distilasi, angka poin pembakaran, pengecekan kadar korosi, pengecekan angka pembekuan, dan untuk biodiesel pengecekan bauran FAME.
Awan melanjutkan, seluruh parameter tersebut diukur untuk memastikan seluruh produk BBM yang disalurkan oleh Pertamina Patra Niaga melalui IT Wayame memiliki kualitas yang baik sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh Dirjend Migas.
“Langkah pengecekan ini sudah sesuai dengan standar yang di ada di kementerian ESDM, untuk memastikan BBM yang disalurkan kepada masyarakat memiliki kualitas yang handal. Ini adalah komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga standar BBM yang disalurkan kepada masyarakat sampai di ujung timur Indonesia,” lanjut Awan.Tidak hanya komitmen manajemen, komitmen menjaga kualitas juga terlihat di lapangan.
Muhammad Ryza, Supervisor Quality & Quantity di IT Wayame yang setiap harinya menjaga aspek kualitas di seluruh produk di terminal. Mulai dari pipa, tanki timbun, semua dicek berkala, mulai dari pengujian sederhana seperti warna dan visual, hingga pengujian di laboratorium.
“Rutinitas ini butuh ketelitian tinggi, sedikit saja kesalahan bisa berpengaruh ke kualitas BBM yang digunakan masyarakat di wilayah Maluku dan Papua. Namun saya bangga, peran saya sebagai garda terdepan menjaga kualitas produk ini sangat penting bagi rantai distribusi energi di Indonesia bagian timur,” imbuhnya.
Untuk diketahui, meskipun belakangan ini Pertamina sedang hangat diperbincangkan oleh publik dengan adanya pernyataan kritikan dari Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa yang menilai Pertamina ‘malas’bangun kilang baru, sehingga membuat negara harus impor BBM dari Singapura.
Walau demikian, pihak Pertamina menganggapnya sebagai sebuah masukan,dengan tetap berupaya membuat karya inovatif.bahkan berkomitmen untuk meningkatkan produksi dan kapasitas kilang guna mengurangi impor dimaksud.
Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri menilai kritik pedas dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengenai pembangunan kilang minyak baru perusahaan yang dipimpinnya sebagai masukan berharga.
“Kalau kemarin kami sempat mendengar Pak Menteri Keuangan menyampaikan bahwa mungkin tidak banyak kilang yang dibangun, tentunya itu menjadi masukan berharga buat kami,” kata Simon di Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Dengan demikian, Pertamina harus tetap mempertahankan diri sebagai nadi bangsa yang akan tetap berdiri kokoh melayani masharakat hingga ke pelosok negeri. (Eda L)


