Kejar yang Simpel

Kejar yang Simpel

Oktober 28, 2025 0 By admin

AMBON,fokusmaluku.com- Dalam mendukung dan membangkitkan kembali budaya menabung di Indonesia, OJK meluncurkan program Kejar “Satu Rekening Satu Pelajar”, sebuah inisiatif pemerintah Indonesia yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar melalui kepemilikan rekening tabungan sejak dini, mendukung budaya menabung, dan mengelola keuangan dengan baik, sejalan dengan strategi nasional keuangan inklusif.

Program ini diluncurkan sebagai bagian dari dukungan terhadap Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif dan dikolaborasikan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan kementerian terkait, seperti Kemendikbudristek dan Kemenag.

Dalam upaya mendukung program ini, perlu didorong oleh kesadaran akan pentingnya edukasi finansial sejak usia muda, dimana banyak pelajar belum memiliki rekening tabungan.

Dalam Implementasi Strategi Nasional Keuangan Inklusif, Kejar menjadi salah satu pilar dalam upaya mencapai keuangan inklusif melalui program yang mendukung perbankan dan pendidikan.

Membangun Kebiasaan Menabung, artinya, membiasakan pelajar menabung dan menghargai uang sejak dini, yang diwujudkan melalui penyediaan produk tabungan sederhana seperti Simpanan Pelajar (SimPel).

Dalam memanfaatkan teknologi keuangan, selain menabung, program ini juga memperkenalkan pelajar pada beragam jasa keuangan yang memanfaatkan teknologi, mempersiapkan mereka untuk masa depan yang lebih baik.

Program Ini adalah Kolaborasi
Pemerintah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

OJK berperan penting dalam menginisiasi dan mengawal program ini bersama industri jasa keuangan sementara Industri Jasa Keuangan seperti bank-bank nasional dan daerah bekerja sama dalam program ini untuk menyediakan produk tabungan SimPel yang mudah diakses.

Pemerintah daerah juga berperan aktif dalam memperluas implementasi program Kejar sesuai kondisi dan kebijakan daerah masing-masing.

Simpanan Pelajar (SimPel) adalah produk tabungan khusus untuk siswa dari PAUD hingga SMA/SMK yang diinisiasi oleh OJK untuk mendorong budaya menabung sejak dini.

Simpel dapat diikuti mulai dari siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan sederajat yang berusia di bawah 17 tahun dan belum memiliki KTP.

Simpel memiliki persyaratan yang sangat mudah dan sederhana, namun perlu didampingi wali saat pembukaan rekening (kecuali jika siswa sudah memiliki KTP), Setoran awal: Ringan, bahkan bisa dimulai dengan setoran awal Rp 5.000,- atau Rp 100.000,- tergantung banknya
dan umumnya tidak ada biaya administrasi.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Maluku
OJK, M Andy Yusuf menyatakan,
OJK dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) di Maluku secara intensif terus mendorong pemanfaatan produk Simpanan Pelajar (SimPel) oleh seluruh pelajar di Maluku untuk membentuk pola perilaku dan karakter pelajar yang cermat mengelola keuangan.

Data OJK Maluku mencatat pada triwulan Kedua tahun 2024 jumlah rekening SimPel di Maluku adalah sebanyak 184.542 rekening dengan jumlah saldo sebesar Rp.51,07 miliar.sementara untuk tahun 2025 OJK tidak merilis data jumlah Simpel dalam angka.

Disebutkan, meskipun angka spesifik tentang jumlah SIMPEL di Maluku tahun 2025 tidak tersedia dalam data publik, data pertumbuhan ekonomi dan laba bank daerah menunjukkan bahwa kondisi perbankan di Maluku positif.

“Paling tidak dengan peningkatan jumlah rekening dan dana yang dihimpun melalui SIMPEL mencerminkan keberhasilan program literasi keuangan di kalangan pelajar dan Maluku pernah mencapai itu,” ucapnya.

Pada tahun 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara nasional menargetkan 90% pelajar memiliki rekening tabungan dan OJK Maluku menargetkan SimPel 2025 akan tetap terus dilakukan dengan strategi yang berfokus pada edukasi, kampanye, dan kolaborasi dengan berbagai pihak di wilayah Maluku.

Di Provinsi Maluku, khususnya Kota Ambon pernah menempati posisi kedua terbaik dalam merealisasikan program nasional yaitu, satu rekening satu pelajar (Kejar) di tahun 2022.

Atas prestasi itu, kota Ambon menerima penghargaan yang diterima langsung oleh penjabat wali kota Ambon, Bodewin Wattimena yang sekarang ini telah sah menjadi wali kota Ambon.

“Hal ini tentu sejalan dengan usaha kita untuk melakukan inovasi lebih cepat dalam membangun inklusi keuangan dan literasi keuangan,” ungkap Wattimena Selasa (6/12/2022).

Terdapat enam sekolah yang menjadi pilot project program nasional yang dilaunching hari ini. Oleh sebab itu, dirinya berharap anak-anak generasi Z dapat memanfaatkan jasa keuangan dengan baik.

Enam sekolah tersebut yaitu SMP Negeri 5, SMP Negeri 6, SMP Negeri 9, SMP Negeri 11, 19, dan SMP Negeri 10.

“Sebenarnya ini mengajarkan mereka untuk hidup hemat, gemar menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan primer dan kebutuhan tertentu,” ujar Wattimena. (Eda L)