Disparbud Ambon Dorong Teluk Ambon Jadi Ikon Wisata dan Waterfront City
April 28, 2026AMBON, fokusmaluku.com — Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, Christian Tukloy, mendorong pengembangan kawasan Teluk Ambon sebagai landmark utama pariwisata Kota Ambon. Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam diskusi publik yang digelar Dewan Pimpinan Daerah ASITA (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia) Provinsi Maluku.
Diskusi bertajuk “Baku Kele Bangun Potensi Pariwisata dan Ekraf Kawasan Teluk Ambon sebagai Landmark Wisata Kota Ambon” tersebut berlangsung di Balai Kota Ambon, Sabtu (25/04/2026).
Mewakili Wali Kota Ambon sebagai panelis, Tukloy memaparkan posisi strategis Kota Ambon dalam peta pariwisata nasional. Sebagai ibu kota Provinsi Maluku dan pusat aktivitas utama, Ambon dikenal dengan julukan Ambon Manise yang memiliki kekayaan wisata bahari, sejarah, budaya, musik, hingga kuliner.
Menurutnya, Teluk Ambon merupakan aset unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ikon pariwisata kota.
“Optimalisasi Teluk Ambon sebagai waterfront city akan menjadi penggerak ekonomi daerah, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka lapangan kerja, serta menghidupkan ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Tukloy.
Ia menambahkan, pengembangan konsep waterfront city juga akan memperkuat daya saing Ambon sebagai destinasi wisata bahari unggulan di kawasan Indonesia Timur. Selain itu, konsep ini sejalan dengan transformasi kota berkelanjutan yang menghadirkan wajah kota modern, tertata, dan ramah lingkungan.
Tukloy juga menyoroti tren pariwisata global yang kini mengarah pada wisata berbasis alam dan laut (marine tourism), pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism), serta pengembangan kawasan perkotaan berbasis pengalaman seperti waterfront city, eco-tourism, dan experience-based tourism.
Dalam paparannya, ia mengungkapkan capaian sektor pariwisata Kota Ambon sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan tren positif. Jumlah kunjungan wisatawan tercatat mencapai 102.239 orang, terdiri dari 8.821 wisatawan mancanegara dan 93.418 wisatawan domestik.
Sementara itu, kontribusi ekonomi kreatif mencapai Rp.158 miliar lebih, yang didorong oleh penyelenggaraan sembilan event besar, termasuk festival dan konser musik, dengan melibatkan 176 pelaku UMKM.
Kedepan, Pemkot Ambon juga telah menyiapkan sejumlah program pengembangan destinasi unggulan, di antaranya Ambon Mangrove Ecotourism seluas 2.182 meter persegi. Kawasan ini akan menawarkan berbagai daya tarik seperti trekking hutan mangrove, spot foto Teluk Ambon, wisata perahu, hingga edukasi penanaman mangrove.
Selain itu, akan dikembangkan pula kawasan Ambon Waterfront Creative Urban City yang berlokasi di Poka–Rumah Tiga, Teluk Ambon, sebagai pusat aktivitas wisata dan ekonomi kreatif berbasis pesisir.
Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Tukloy optimistis Teluk Ambon dapat menjadi ikon baru pariwisata yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. (Eda L)


