Penghargaan Hanya Sehelai Kertas Tanpa Bingkai, Seakan Tak Menghargai, Memalukan

Penghargaan Hanya Sehelai Kertas Tanpa Bingkai, Seakan Tak Menghargai, Memalukan

Mei 1, 2026 0 By admin

AMBON, fokusmaluku.com- Sangat Memalukan sekali sikap panitia May Day 2026 di Ambon-Maluku saat memberikan penghargaan khusus kepada Amboina Family sebagai salah satu perusahan yang memiliki dedikasi, kontribusi dan kerjasama bersama Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Provinsi Maluku.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Jumat 1 Mei 2026 itu menghadirkan para petinggi di jajaran Provinsi Maluku yakni Kapolda Maluku, Gubernur Maluku yang diwakili oleh Asisten II Setda Maluku, Ketua APINDO, SOKSI Maluku, para Buruh dan keluarga Buruh dirangkai juga dengan pemberian penghargaan dimaksud.

Namun sayangnya, terlihat sangat tidak etis dan tidak menghargai sekali, banyangkan saja sebuah lembaga besar seperti KSBSI memberikan penghargaan pada satu perusahan pada acara besar dihadiri ratusan orang secara terbuka,lantas penghargaan hanya diprint pada kertas tanpa dirangkai dengan bingkai resmi sehingga terkesan rapi dan indah

Cara seperti ini menunjukan, kurang menghargai diantara sesama lembaga. Padahal perusahan yang tidak dihargai itu, adalah perusahan yang turut memberikan kontribusi terbanyak pada kegiatan dimaksud.

Koordinator Wilayah (Korwil) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Provinsi Maluku, Yeheskel Haurissa saat dikonfirmasi awak media sebagai orang yang memberikan penghargaan menyatakan, tidak ada niat lain penghargaan itu resmi diberikan karena memang pantas dan layak untuk diberikan, namun dirinya hanya menyerahkan, tetapi yang menyiapkan itu semua adalah KSBSI Kota Ambon yakni Louis Souissa.

Entah siapa yang salah dalam hal ini, walau demikian Haurissa secara terbuka juga telah membuat permintaan maaf secara resmi di media massa, jika dalam penyerahan yang diberikan tidak dengan rapi.

“Atas nama serikat buruh, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya besarnya kepada pimpinan Amboina Family jika ada hal yang tidak berkenan.

Ironinya, Loius Souissa selaku ketua Panitia Pelaksana , justru acuh dengan sikapnya sendiri, mungkin dirinya merasa sudah benar dan wajar, tetapi dirinya lupa siapa yang turut berkontribusi nyata dalam suksesi kegiatan yang dilakukan.

Saat hendak dikonfirmasi media juga, Souisa enggan memberikan keterangan, dirinya terdiam tanpa satu katapun tetapi lebih asyik menarik nomor kupon doorprize.

Perwakilan Amboina Family yang menerima piagam penghargaan tersebut juga mengaku tidak ingin mengambilnya lagi, saat mengetahui penghargaan yang diterima hanya secabik kertas tanpa dikenakan bingkai apapun.

Bagaimana mungkin seorang Loius Souisa ingin memperjuangkan hak para buruh di kota Ambon sementara penghargaan yang diberikan saja tidak dengan rasa hormat dan menghargai.

Mestinya sebagai panitia yang bertanggungjawab, Souisa mestinya meminta maaf kepada pimpinan Amboina Family karena sikapnya itu sangat tidak terpuji dan tidak menunjukan ra hormat kepada pihak perusahan.

Sampai berita ini dinaikan, Souisa tidak berani berkutik, bahkan menghindar saat ditemui wartawan, sungguh sesuatu yang sangat memalukan dan tidak etis. (Eda L)