Tak Disangka UMKM Pesisir Maluku Tembus Pameran Nasional, Mutiara Jadi Produk Unggulan
Agustus 22, 2026AMBON, FokusMaluku.com – Produk kerajinan mutiara asal Maluku yakni Mutiara dari Pulau Aru- Provinsi Maluku berhasil menembus ajang pameran berskala nasional setelah melalui proses kurasi ketat oleh panitia pusat.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa produk UMKM daerah mampu bersaing di tingkat nasional apabila konsisten menjaga kualitas, keunikan, inovasi, serta pelayanan kepada konsumen.
Pelaku UMKM mutiara asal Maluku, Santo, mengatakan keunggulan utama produknya terletak pada kualitas mutiara yang digunakan.
Menurutnya, desain yang menarik tidak akan memiliki nilai maksimal apabila tidak didukung mutu bahan baku yang baik.
“Keunggulan dari produk ini hingga bisa lolos ke nasional adalah kualitas mutiaranya sendiri. Kami ingin mengenalkan mutiara Maluku kepada masyarakat Indonesia. Secara otomatis, kami juga harus menjaga kualitas mutiara itu sendiri,” kata Santo saat diwawancarai fokusmaluku.com disela-sela Pameran Karya Kreatif Indonesia ( KKI) yang mengusung tema”Penguatan sinergi untuk mendorong UMKM bangkit, tangguh dan berdaya saing bersama-sama, yang terselenggara di Gedung JICC Senayan 20-23 Agustus 2026
Santo menjelaskan, pengolahan mutiara menjadi berbagai produk perhiasan sebenarnya tidak membutuhkan proses yang terlalu rumit. Hal terpenting adalah inovasi untuk meningkatkan nilai tambah dari bahan baku yang tersedia.
“Tidak sulit sebenarnya untuk mengolah mutiara menjadi produk perhiasan. hanya saja bagaimana kita berinovasi agar mutiara ini memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ujarnya.
Menurut Santo, ketersediaan bahan baku juga menjadi salah satu kekuatan usaha tersebut. Maluku dikenal sebagai salah satu daerah penghasil mutiara, sehingga bahan baku relatif mudah diperoleh dan pasokannya masih tersedia.
Berbagai produk dihasilkan, mulai dari cincin, kalung, bros hingga gelang dan dari sejumlah produk tersebut, gelang dan cincin menjadi yang paling banyak diminati konsumen, khususnya kalangan ibu-ibu.
Untuk transaksi, kata Santo, pihaknya menerapkan pembayaran secara digital menggunakan QRIS. Sementara untuk transaksi dengan nilai di atas Rp 10 juta, pembayaran dilakukan melalui transfer.
Santo mengaku bersyukur produknya dapat lolos kurasi dan tampil dalam event nasional. Baginya, kesempatan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi produk mutiara Maluku untuk dikenal masyarakat luas.Ia pun mendorong pelaku UMKM lainnya di Maluku agar terus meningkatkan kualitas produk sehingga mampu mengikuti berbagai event nasional maupun internasional.
“Saya berharap teman-teman pengusaha dan UMKM lainnya di Maluku terus meningkatkan kualitas produk. Dengan begitu, dalam event nasional maupun internasional, UMKM Maluku bisa turut mengambil bagian dalam kompetisi dan pameran, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” katanya.
Ditempat yang sama, Deputi Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Racmad Pratama menyebutkan, kehadiran UMKM dari Maluku bukanlah ditentukan oleh BI melainkan keikutsertaan UMKM dalam pameran nasional tidak dilakukan secara otomati , artinya setiap produk harus melewati proses kurasi yang dilakukan panitia nasional.
“Untuk bisa tampil di pameran seperti ini ada panitia nasional yang melakukan kurasi. UMKM yang tampil di sini sudah melewati seleksi,” kata Racmad.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi Bank Indonesia untuk terus mendorong UMKM Maluku meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing dengan UMKM dari daerah lain.
“Bank Indonesia selalu berusaha mengembangkan UMKM di Maluku agar dapat terus meningkatkan kualitas produknya sehingga ketika ada pameran nasional, mereka dapat lolos kurasi oleh panitia pusat,” ujarnya.
Racmad menyebutkan, sejumlah aspek menjadi perhatian dalam proses kurasi, antara lain kapasitas produksi, storytelling produk, motif, kualitas, jumlah produk, serta keunikan yang ditawarkan.
“Beberapa penilaian yang dilakukan panitia pusat, salah satu kriteria yang cukup sulit dipenuhi UMKM Maluku adalah jumlah produksi, storytelling, motif, kualitas, jumlah produk, dan keunikan produk yang ditampilkan,” jelasnya.
Karena itu, Bank Indonesia Provinsi Maluku secara rutin melakukan kurasi terhadap UMKM yang dinilai memiliki potensi.
“Setiap tahun kita melakukan kurasi UMKM di Maluku. Teman-teman yang memiliki produk bagus kita coba kurasi. Kalau memang sudah memenuhi syarat, kita kembangkan lagi supaya dapat didorong agar mampu memenuhi persyaratan nasional,” katanya.
Keberhasilan UMKM mutiara tersebut diharapkan menjadi pemicu bagi pelaku usaha lainnya di Maluku untuk terus berinovasi, memperkuat kualitas produk, meningkatkan kapasitas produksi, dan membangun merek lokal agar semakin dikenal di
pasar nasional maupun internasional. (**)

