Dilantik Jadi Ketua NasDem Maluku, Vanath Bawa Sejumlah Harapan, Mimpi dan Cita-Cita

Dilantik Jadi Ketua NasDem Maluku, Vanath Bawa Sejumlah Harapan, Mimpi dan Cita-Cita

September 27, 2026 0 By admin

AMBON, fokusmaluku.com- Setelah dipercaya memimpin Partai NasDem Provinsi Maluku, Abdullah Vanath membawa sejumlah harapan, mimpi dan cita-cita untuk membesarkan partai sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat Maluku.

Dalam sambutannya usai dilantik sebagai Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Maluku, Vanath menegaskan, Partai NasDem tidak hanya ingin hadir dalam ruang politik, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memilih lokasi pelantikan yang berada di luar pusat pemerintahan. Menurutnya, keputusan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Ia juga meminta 41 anggota DPRD Partai NasDem, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk ikut membelanjakan uangnya di lokasi kegiatan.
“Minimal satu juta rupiah. Kalau Rp.1 juta dibelanjakan oleh 41 anggota DPRD, berarti ada Rp.41 juta yang beredar hari ini. Tetapi saya yakin tidak sebatas Rp1 juta,” katanya dalam pidatonya di Pantai Liang, Kecamatan Salahutu- Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (27/09/2026)

Vanath bahkan meminta enam anggota DPRD Provinsi Maluku dari Partai NasDem untuk berbelanja lebih dari angka tersebut, termasuk membeli makanan dan jajanan yang dijual masyarakat sekitar.
“Silakan beli rujak, silakan beli pisang goreng. Biarkan masyarakat juga merasakan dampaknya,” katanya.
Lanjutkan Kerja Partai yang Sudah Berjalan
Vanath menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Partai NasDem Provinsi Maluku.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Hamdani Latuah dan seluruh kader serta pengurus yang telah membesarkan Partai NasDem di Maluku.
Menurut Vanath, dirinya tidak mengambil alih partai dalam kondisi kosong. Sebaliknya, ia menerima sebuah mesin partai yang sudah bergerak dan memiliki capaian politik.
Partai NasDem saat ini memiliki 41 anggota DPRD di tingkat provinsi dan 11 kabupaten/kota. Di DPRD Provinsi Maluku, NasDem menempatkan enam anggota legislatif dan menjadi salah satu unsur pimpinan.
“Ini adalah modal yang besar. Tidak saja menjadi modal besar, tetapi juga warning bagi saya dan pengurus yang baru saja dilantik,” ujarnya.
Ia mengibaratkan Partai NasDem sebagai sebuah kapal yang sedang bergerak maju.
“Kita mengambil tanggung jawab dari sebuah kapal yang sedang bergerak maju. Kapal ini tidak mungkin mundur ke belakang. Kita harus maju terus, meraih prestasi demi prestasi,” tegasnya.
Dorong Ketahanan Pangan
Selain konsolidasi partai, Vanath juga menyampaikan sejumlah rencana kerja organisasi sayap Partai NasDem di Maluku, termasuk Garnita Malahayati dan Petani NasDem.
Untuk sektor pertanian, ia menyebut akan mendorong program penanaman cabai menggunakan polybag sebagai salah satu upaya merespons persoalan inflasi.
Tahap awal, direncanakan sebanyak 1.000 polybag ditanami cabai.
Menurutnya, cabai dipilih karena merupakan salah satu komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi di Maluku. Program tersebut nantinya akan dikembangkan dengan komoditas lainnya, seperti terong dan tanaman pangan lainnya.
Langkah itu, kata Vanath, merupakan bagian dari upaya menerjemahkan perintah Presiden Prabowo melalui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh terkait ketahanan pangan, ketahanan energi dan ketahanan air.
“Saya punya mimpi, suatu saat kemandirian pembiayaan partai-partai di Indonesia yang selama ini didukung masyarakat Indonesia, saya akan memulainya dari DPW dan DPD Partai NasDem Provinsi Maluku,” katanya.
Setiap DPD Diminta Siapkan Lahan Pertanian
Vanath juga mengumumkan rencana agar Partai NasDem di setiap tingkatan memiliki kebun partai.
Untuk tingkat wilayah, direncanakan tersedia sekitar 20 hektare lahan pertanian. Sementara DPD Partai NasDem di 11 kabupaten/kota diminta menyiapkan masing-masing 10 hektare lahan untuk sektor pertanian.
Program tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya Partai NasDem menerjemahkan agenda ketahanan pangan hingga ke tingkat daerah.
“Di setiap level harus memiliki kebun partai,” ujarnya.

Dorong Produksi Gula Aren
Tidak hanya cabai dan komoditas pertanian lainnya, Vanath juga membawa gagasan pengembangan tanaman aren di Maluku.
Ia menyebut, melalui Petani NasDem Maluku, pihaknya menargetkan produksi gula aren yang akan dimulai dari Pulau Seram.

Menurutnya, tanaman aren memiliki potensi ekonomi yang besar. Selama ini, tanaman tersebut juga memiliki berbagai produk turunan.

Vanath mengatakan, salah satu cita-citanya adalah melakukan diversifikasi produk dari tanaman aren menjadi gula aren dalam bentuk bubuk maupun cair yang nantinya dapat dipasarkan ke pasar ekspor, termasuk Eropa, Timor dan wilayah Arab.

Ia juga menilai tanaman aren memiliki kemampuan bertahan pada musim kemarau karena memiliki akar yang dapat menembus tanah dalam.

“Pengalaman kemarau hari ini harus menjadi pelajaran bagi kita bahwa kita harus berani mengubah komoditi dan jenis tanaman yang bisa bertahan di musim kemarau ekstrem,” katanya.
Vanath menyampaikan, dari lebih 1.200 desa di Maluku, apabila pengembangan tanaman aren dilakukan secara serius, potensi ekonomi yang dihasilkan dapat menjadi sangat besar.

Ia mencontohkan, apabila setiap pohon mampu menghasilkan sekitar 15 liter per hari dan setiap keluarga memiliki sedikitnya tiga pohon, maka jika dikembangkan di banyak desa, perputaran ekonomi yang tercipta dapat mencapai angka yang sangat besar.

“Partai NasDem akan menggerakkan sektor itu. Ini adalah jawaban dari Partai NasDem untuk melibatkan diri dalam pengentasan kemiskinan di Maluku,” ujarnya.

Petani dan Nelayan Jadi Perhatian
Vanath juga menyinggung persoalan kemiskinan di Maluku. Menurutnya, salah satu kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian adalah petani dan nelayan.

Karena itu, ia menilai peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan melalui langkah-langkah konkret akan menjadi salah satu bagian penting dari kerja Partai NasDem di Maluku.

“Kalau para petani dan nelayan itu bisa kita sejahterakan melalui beberapa langkah konkret yang bisa kita terapkan, maka itu sama saja dengan mengubah kondisi kemiskinan di Maluku menjadi lebih baik,” katanya.

Menutup sambutannya, Vanath menyampaikan pesan kepada seluruh kader dan pengurus Partai NasDem yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Maluku.

Ia menyebut Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya, Kepulauan Aru, Kota Tual, Maluku Tenggara, Kota Ambon, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Tengah, Buru dan Buru Selatan.

“Hari ini saya telah dilantik menjadi Ketua Partai NasDem Provinsi Maluku,” tandasnya. (Eda L)