9 Inovasi Latsar CPNS Bidang Perkebunan Dorong Digitalisasi Data dan Informasi di Kota Ambon

9 Inovasi Latsar CPNS Bidang Perkebunan Dorong Digitalisasi Data dan Informasi di Kota Ambon

September 30, 2026 0 By admin

AMBON, fokusmaluku.com- Sebanyak sembilan inovasi digagas oleh Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui kegiatan Latihan Dasar (Latsar) pada Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ambon.

Berbagai inovasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi, pendataan, pengolahan data, hingga penyediaan informasi harga dan peluang pasar komoditas perkebunan kepada masyarakat.

Inovasi pertama digagas Miftahulmawaddah dengan judul Optimalisasi Penyediaan Informasi Sebaran Lokasi Pedagang Pengumpul Hasil Pertanian Komoditas Perkebunan Melalui Google My Maps pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ambon.

Inovasi ini memanfaatkan peta digital untuk mempermudah masyarakat maupun pegawai Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dalam menemukan lokasi pedagang pengumpul komoditas perkebunan.

Selanjutnya, Paed Barumo Bancin mengembangkan inovasi bertajuk Ketahanan Dashboard Peningkatan Efektivitas Penyediaan Data dan Analisis Harga Komoditas Perkebunan Melalui SIKEBUN Berbasis Digital di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ambon.

Inovasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyediaan, pengolahan serta analisis data harga komoditas perkebunan melalui SIKEBUN berbasis dashboard digital. Data tersebut diharapkan dapat menjadi bahan informasi sekaligus mendukung pengambilan keputusan di lingkungan dinas.

Sementara itu, Venita Reviana Imnana mengusung inovasi Optimalisasi Peluang Pasar Pala dan Cengkeh Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Mendukung Kestabilan Ekonomi Melalui Media Leaflet.

Inovasi ini bertujuan mempermudah masyarakat memperoleh informasi mengenai peluang pasar pala dan cengkeh. Selain itu, informasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tetap menanam pala dan cengkeh sebagai komoditas perkebunan yang memiliki peluang ekonomi.

Kemudian, Mahrojan mengembangkan inovasi Optimalisasi Pelayanan Data Perkebunan Melalui Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) Alur Permintaan Data Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ambon.

Melalui SOP tersebut, masyarakat, khususnya peneliti, akademisi dan investor, diharapkan lebih mudah memperoleh data perkebunan yang terverifikasi.

Inovasi berikutnya dikembangkan Rendra Murthi, S.T.P. Bayu dengan judul Pembuatan Aplikasi SIHARBUN (Sistem Informasi Harga Komoditas Perkebunan) Sebagai Media Pendataan Digital pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ambon.

Aplikasi survei digital tersebut digunakan untuk membantu proses pendataan harga komoditas perkebunan agar berlangsung lebih cepat, terstruktur dan terintegrasi.

Selanjutnya, Auliya Dhita, S.T.P. Rahma menghadirkan inovasi Digitalisasi Penyimpanan Laporan Hasil Survei Pemasaran Melalui QR Code Berbasis Cloud Storage pada Distributor Komoditas Perkebunan di Kota Ambon.

Inovasi ini memanfaatkan QR Code dan penyimpanan berbasis cloud untuk mendukung digitalisasi penyimpanan laporan hasil survei pemasaran komoditas perkebunan.

Sementara Yusuf Setyo Adi Hikmah mengusung inovasi Publikasi Informasi Harga Pasar Komoditas Perkebunan di Kota Ambon Melalui Media Sosial TikTok.

Pemanfaatan media sosial tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat, terutama petani, dalam memperoleh informasi mengenai kisaran harga komoditas perkebunan di Kota Ambon.

Kemudian, Theresia Paulina Siregar mengembangkan Penyediaan Informasi Brand Pasar Komoditas Kelapa Berbasis Media Video di Kota Ambon.

Inovasi ini bertujuan memberikan informasi mengenai tren pasar komoditas kelapa yang akurat, informatif dan mudah dipahami melalui media video. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan bagi pemerintah, petani maupun masyarakat.

Sedangkan Hlouke Arturianti Huliselan mengusung inovasi Optimalisasi Pemanfaatan Data Harga Komoditas Perkebunan Dalam Pemantauan Fluktuasi Harga Komoditas Perkebunan di Kota Ambon.

Inovasi tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan data harga komoditas perkebunan melalui pengelolaan dan penyajian data yang lebih terstruktur.

Dengan demikian, pemantauan terhadap perubahan atau fluktuasi harga komoditas perkebunan di Kota Ambon dapat dilakukan secara lebih mudah. Media yang digunakan berupa rekapan data perkembangan harga dan visualisasi informasi perubahan harga komoditas perkebunan.

Kesembilan inovasi tersebut menunjukkan upaya CPNS Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ambon dalam menghadirkan pembaruan pelayanan melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam penyediaan data, informasi harga, pemasaran serta akses informasi bagi masyarakat.

Berbagai inovasi itu juga diharapkan dapat mendukung pengelolaan data perkebunan yang lebih tertata serta memberikan kemudahan bagi petani, masyarakat, peneliti, akademisi, investor dan pemerintah dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan.

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ambon, Rudy S Heljanan dalam keterangannya kepada fokusmaluku.com di Ambon, Ranu (30/09/2026) menyebutkan, bidang perkebunan akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan pengembangan komoditas perkebunan melalui pendekatan berbasis teknologi dan digitalisasi.

Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan dan pelatihan terhadap sembilan calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku.

Disebutkan, sembilan CPNS tersebut melakukan sosialisasi dan edukasi terkait laporan tugas mereka sekaligus memaparkan berbagai inovasi yang diharapkan dapat membantu pelaksanaan tugas, khususnya di bidang perkebunan.

Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pegawai di lingkungan Dinas Pertanian Kota Ambon, tetapi juga kepada masyarakat serta berbagai pihak yang berkepentingan, termasuk kepala daerah, peneliti, cendekiawan, dosen dan mahasiswa yang berkaitan dengan komoditas perkebunan.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Dinas Pertanian Kota Ambon menyadari bahwa semakin ke depan luas areal pertanian semakin berkurang. Hal ini terjadi karena pembangunan di berbagai tempat turut menggunakan dan mengurangi kawasan yang sebelumnya menjadi areal pertanian.

Karena itu, dibutuhkan berbagai pendekatan dan treatment berbasis teknologi digital untuk mempertahankan serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan komoditas perkebunan di Kota Ambon.

Pengembangan komoditas perkebunan juga membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah daerah, terutama dalam mengurangi penggunaan areal pertanian untuk pembangunan perumahan, kawasan industri maupun kawasan ekonomi lainnya.

Hal tersebut dinilai penting agar komoditas perkebunan yang menjadi bagian dari identitas Pulau Ambon, Kota Ambon dan Provinsi Maluku sebagai daerah penghasil rempah-rempah tetap dapat dipertahankan.

“Komoditas perkebunan yang begitu diminati dunia, terutama cengkih dan kopra, harus kita ciptakan ekosistemnya sehingga tidak punah oleh waktu,” ucap Heljanan.

Akuinya, dengan penguatan kebijakan, pendampingan, inovasi dan pemanfaatan teknologi digital, pengembangan komoditas perkebunan di Kota Ambon diharapkan dapat terus berjalan sekaligus memberikan manfaat bagi pemerintah, petani, pelaku usaha, masyarakat maupun kalangan akademisi. (**)