Sanggar Budaya Samasima Latu Negeri Kilang Dikukuhkan

Desember 15, 2018 0 By admin

AMBON,FM.- Sanggar Budaya Samasima Latu Negeri Kilang akhirnya resmi dikukuhkan oleh Sekretaris Kota Ambon, AG Latuheru.tepatnya di kantor negeri dimaksud. Sabtu (15/12/2018)
Dalam sambutannya, SekKot menyatakan, dengan dikukuhkannya sanggar ini, tentu sudah dinyatakan sah oleh pemerintah kota Ambon dan tercatat dalam daftar dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Ambon.
Sudah tentu, DisparBud akan melakukan pembinaan tersendiri pada sanggar negeri Kilang, agar jika memnungkinkan dapat tampil pada kegiatan tertentu.

Tambah SekKot, dirinya tidak berjanji, namun dalam upaya pembinaan sanggar Samasima Latu ini, perlu seragam yang bagus untuk seluruh crew sanggar, ditopang dengan alat music yang memadai termasuk pemainnya.

Diharapkan, tokoh masyarakat dari negeri kilang harus turut terlibat dalam memberikan masukan, bukan hanya dalam tarian tetapi juga cerita rakyat dari negeri ini sehingga tidak punah tradisi dan budaya sebagai anak adat.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Rico Hayat menyatakan, Pembentukan sanggar turut memberikan kontribusi kepada pemerintah kota Ambon, apalagi sanggar di kota Ambon saat ini terbilang masih minim.

” Kita butuh sanggar- sanggar di Ambon untuk menunjang program pemerintah kota Ambon, dan akan terus kami support.

Kedepan, pihaknya berupaya untuk melakukan festival sanggar agar dapat dilihat kemampuan setiap sanggar melalui persaingan sehingga lebih profesional.

“Kami membutuhkan kreatifitas dan skill dari setiap orang tetutama dalam mengangkat budaya dan seni pada setiap sanggar, memang mereka tampil baik di desa namun kita berupaya agar mereka juga dapat bersaing lebih sehat meskipun harus tampil melawan mereka yang ada di kota.

Identik dengan upaya kota Ambon menjadi kota music dunia, lanjut Hayat, perlu pengembangan seni dan budaya tahun 2019,” akuinya.

Pihaknya juga berencana di tahun 2019 nanti akan melakukan peningkatan kapasitas building dan program pembinaan. Agar ada peningkatan baik karakter, skill maupun cara yang lebih profesional lagi melalui gerakan inovasi yang dilahirkan dalam tarian yang kreatif.

“Banyak hal yang harus dibenahi, terutama dalam gerakan yang harus dimodifikasi, artinya dalam tarian yang panjang seperti tari lenso dapat dimodifikasi dalam gerakan yang cepat dengan durasi waktu yang harus diperpendek, kita persiapkan mereka untuk tahun 2020 nanti,” tutup Rico. ( FM-07)