Lohi Soroti Tegas PAD Maluku Yang Tidak Pernah Capai Target
April 29, 2026AMBON, fokusmaluku.com- Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Maluku yang dipatok hingga Rp.700 miliar justru berbanding terbalik dengan realisasi di lapangan.
Anggota Komisi III DPRD Maluku, Allan Lohy, secara terang-terangan membongkar dugaan kebocoran PAD dalam rapat kerja bersama mitra OPD, Senin (13/4/2026) di Baileo Rakyat -Karang Panjang Ambon.
“Target besar, tapi realisasi turun. Ini patut diduga ada kebocoran,” tegas Lohy.
Ia menyoroti sektor digital yang dinilai belum dimaksimalkan, padahal berpotensi besar mendongkrak pendapatan daerah di tengah perkembangan teknologi yang pesat.
Menurutnya, lemahnya koordinasi antar instansi menjadi salah satu penyebab tidak optimalnya PAD.
Ia mendesak agar Badan Pendapatan Daerah dan OPD terkait segera berbenah dan bekerja lebih terintegrasi.
Tak hanya soal PAD, Lohy juga menyinggung rencana penggunaan dana PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk pembangunan jalan provinsi.
Ia mengingatkan Dinas PU agar tidak gegabah dan memastikan perencanaan matang, termasuk menetapkan ruas jalan prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Jangan sampai tumpang tindih dengan program balai. Ini harus sinkron,” ujarnya.
Lohy menegaskan, di tengah keterbatasan anggaran, dana SMI harus difokuskan pada proyek strategis yang berdampak langsung bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah, Jalaluddin Salampessy, mengklaim digitalisasi pajak sudah berjalan sejak 2023, termasuk sistem pembayaran elektronik untuk pajak air permukaan.
Ia memastikan koordinasi dengan kabupaten/kota terus diperkuat guna mengejar target PAD 2026.
“Upaya terus dilakukan agar target bisa tercapai,” tandasnya.(**)


