Triwulan I ITK Maluku Capai 90,23 Persen
Mei 6, 2019AMBON,FM.- Indeks Tendensi Konsumen ( ITK) Provinsi Maluku pada triwulan Tahun 2019 mencapai 90,23 persen artinya, terjadi penurunan kondisi ekonomi pada triwulan pertama 2019, dengan tingkat optimisme yang juga ikut menurun dibandingkan dengan kondisi triwulan IV tahun 2018 sebesar, 116, 31 persen. Demikian diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik ( BPS) Provinsi Maluku, Dumangar Hutauruk saat memberikan keterangan berita resmi statistik di kantornya, Senin (06/05/2019)
BPS memperkirakan nilai ITK provinsi Maluku pada triwulan kedua tahun 2019 sebesar 121,7 persen. ini berarti kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan mengalami peningkatan pada triwulan 2 tahun 2018 dengan tingkat optimisme yang juga ikut meningkat.
Dikatakan, penurunan kondisi ekonomi konsumen ini disebabkan oleh menurunnya pendapatan rumah tangga dengan nilai indeks 86,13 persen serta menurunnya kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari dengan nilai indeks 87,78 persen yang tidak mempengaruhi konsumsi rumah tangga terhadap makanan dan makanan dengan nilai indeks 100, 57 persen relatif stabil.
Akuinya, jika dilihat menurut provinsi di wilayah Sulawesi Maluku dan Papua atau sulampua dapat diketahui sebanyak 5 provinsi di Sulawesi memiliki nilai indeks setiap 100 dan 5 provinsi lainnya memiliki indeks dibawah 100. hal ini menunjukkan bahwa kondisi perekonomian di wilayah sulampua relatif stabil di mana di beberapa daerah terjadi peningkatan kondisi perekonomian walaupun melambat dan beberapa daerah lainnya mengalami penurunan kondisi perekonomian.
provinsi dengan nilai IPK yang paling tinggi untuk wilayah ini terjadi di provinsi Sulawesi Tenggara dengan nilai 3 sebesar 107,24 dan terendah di provinsi Sulawesi Utara yakni sebesar 89, 44.
Pihaknya memperkirakan, secara nasional ITK diperkirakan mengalami peningkatan 120,9 persen pada triwulan 2 tahun 2019 nanti dengan perkiraan tingkat optimisme yang juga meningkat dari triwulan sebelumnya. hampir semua provinsi Sulampua diperkirakan mengalami peningkatan kondisi ekonomi pada triwulan II dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2018.
Nilai IPK tertinggi di wilayah Sulawesi diperkirakan terjadi di provinsi Maluku Utara dengan perkiraan sebesar 127,40 persen sedangkan terendah diperkirakan terjadi di Provinsi Papua dengan nilai IPK perkiraan 105,24. (FM-09)
