Hadler : Aksi Bersih Pantai, Langkah Nyata Penyadaran Masyarakat

November 9, 2019 0 By admin

AMBON,FM.- Wakil Wali kota Ambon, Syarif Hadler menyatakan kegiatan aksi bersih pantai yang dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI bersama Ikatan Sarjana Oseonologi Indonesia (ISOI) di pantai Ambon adalah sebuah langkah nyata dalam upaya memberikan edukasi dan kesadaran kepada masyarakat di Kota Ambon, guna mewujudkan pesisir Kota Ambon yang bersih indah dan nyaman.

Demikian diungkapkan Hadler sebelum kegiatan bersih pantai yang dipusatkan di depan tanjung Martafons, desa Poka, Kecamatan Baguala kota Ambon- Maluku Sabtu (09/11/2019)

Akuinya, melalui kegiatan bersih pantai ini dapat merehabilitasi ekosistem pesisir dan menanggulangi pencemaran akibat sampah yang berserakan di pesisir pantai di Kota Ambon.

Tambah Hadler, sampah telah menjadi masalah sosial yang dihadapi oleh sebagian besar kota di Indonesia tanpa terkecuali termasuk Kota Ambon.

Meningkatnya volume sampah lebih disebabkan karena meningkatnya pertambahan jumlah penduduk baru banyak gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat yang dipengaruhi oleh pesatnya perkembangan teknologi.

Tambahnya, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi masalah sampah plastik, baik secara preventif maupun dalam jangka panjang dengan mengubah mindset atau pola pikir dan perilaku masyarakat terhadap sampah.

“Kita merevitalisasi fungsi ekosistem pesisir, sebagai penyedia Sumber Daya Alam (SDA) hayati seperti terumbu karang dan rumput laut serta menyediakan jasa jasa pendukung kehidupan seperti ruang untuk aktivitas manusia serta penyedia jasa kenyamanan dengan keindahan pesisir pantai yang sering dijadikan objek wisata atau rekreasi.

Fungsi ini sangat bergantung pada fungsi ekosistem pesisir sebagai penampung limbah, jika ekosistem pesisir yang tidak dapat menampung limbah seperti sampah yang berserakan akan menghilangkan fungsi ekosistem pesisir dalam penyediaan jasa kenyamanan.

Pengelolaan sampah lanjut Hadler, menggunakan paradigma (Source Reduction atau “reduksi mulai dari sumbernya” artinya sampah dari sumbernya yakni rumah tangga harus dipilih sesuai jenisnya kemudian dimanfaatkan. Terutama sampah yang bernilai ekonomis melalui bank sampah yakni TPS 3R, didaur ulang atau Komposting oleh komunitas lokal yakni Green Mollucas selanjutnya residu sampah yang dibuang langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA). (Eda)