BPOM di Ambon Gelar MoNev Inovasi Gebrak Stunting di Negeri Laha
Februari 10, 2026AMBON, fokusmaluku.com- BPOM di Ambon menggelar Monitoring dan Evaluasi Gerakan bersama kurangi angka stunting di negeri Laha, Selasa (10/02/2026)
Kegiatan ini menghadirkan pihak BPOM di Ambon, PT Pelindo, Humas Initiative, Kader Posyandu, Orang Tua,Anak- anak stunting dan tim dari puskesmas Laha.
Kepala Bagian Tata Usaha, Leindhard Simatauw kepada awak media di lokasi kegiatan menjelaskan, monev yang dilakukan merupakan tahapan akhir dari pelaksanaan inovasi gebrak stunting yang sudah melakukan bersama stakeholder sejak bulan November tahun 2025.
Beberapa tahapan diantaranya pengumpulan data, survei, rapat koordinasi , intervensi intervensi sensitif berupa pelatihan kader.
Disusul dengan pelatihan komunitas, intervensi spesifik yakni, pemberian PMT selama 60 hari kemudian ada kudapan yang selama nanti 6 bulan. Dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi dari inovasi gebrak stunting.
Gebrak Stunting sendiri adalah sebuah inovasi dn inisiasi dari Balai POM di Ambon bersama sejumlah kolaborator lainnya dalam upaya mendukung penurunan angka stunting di Provinsi Maluku, guna mencapai Indonesia emas tahun 2045.
BPOM sendiri sudah melakukan intervensi stunting pada dua daerah yakni Kabupaten Maluku Tengah di Desa Tulehu dan Kota Ambon di Negeri Laha, tidak menutup kemungkinan BPOM di Ambon akan menjangkau daerah lainnya di Maluku jika hasil yang dicapai pada daerah locus sudah tercapai dan dianggap berhasil.
“Kami sudah melakukannya pada dua lokasi yakni, Desa Tulehu dan Negeri Laha, Desa Tulehu karena memang merupakan daerah nomor dua dengan stunting terbanyak setelah kabupaten SBT, sementara negeri Laha karena merupakan negeri dengan stunting terbanyak di kota Ambon, ucap Simatauw.
Simatauw menyebutkan, indikator yang digunakan adalah dengan menghitung berat badan dan tinggi badan, dengan data real yang diterima langsung dari pihak Puskesmas lokasi dimaksud.
“Kita dapat data anak- anak dari pihak Puskesmas setempat, puskesmas memiliki aplikasi tersendiri yang mana saat anak – anak ditimbang angka tinggi badan dan berat badan setiap bulannya dimasukan dalam sistem aplikasi, sistem itulah yang nantinya akan mendeteksi dan memberikan hasil apakah anak tersebut masih dalam kondisi stunting atau sudah keluar dari kondisi stunting,” bebernya .
Prinsipnya, BPOM di Ambon akan tetap melakukan pendampingan kepada 59 anak stunting di negeri Laha setelah pemberian kudapan selama 6 bulan, dilanjutkan akan dilakukan monitoring lagi, berapa jumlah angka pencapaian dari target yang dimiliki akan terus dievaluasi.
“Kami akan konsisten secara bergantian bersama kolaborator lainnya, dimana anak- anak stunting itu berada, apakah mereka makan makanan yang diberikan atau tidak, kalau tidak kita cari mereka, intinya anak- anak stunting tetap kami akan fokus ke mereka, apapun bentuk halangan dan masalah dari nak yang bersangkutan kita akan cepat ambil solusi, yang terpenting adalah intervensi yang dilakukan harus benar- benar sampai ke anaknya,” tutup Simatauw.
Sekretaris Negeri Laha, Fahmi Mewar dalam keterangannya juga menjelaskan, MoNev yang dilakukan memberi ruang yang terbuka bagi anak – anak stunting di negeri Laha, tentang sejumlah intervensi yang dilakukan baik oleh berbagai pihak maupun negeri Laha sendiri melalui DD maupun ADD.
Dirinya berharap, Monitoring yang dilakukan oleh BPOM di Ambon akan menjadi tolak ukur penanganan masalah stunting di negeri Laha saat ini, meskipun masih ditemui berbagi kendala dilapangan.
Selain intervensi yang sudah dilakukan oleh berbagai pihak dalam kolaborasi kerja bersama, pihaknya juga akan melakukan intervensi sesuai arahan dari pemerintah kota Ambon yakni Gerakan Gemar makan ikan yang telah dicanangkan sebelumnya oleh Pemkot Ambon yakni Wali kota Ambon, Bodewin Wattimena akan ditindaklanjuti oleh desa pada bulan ketiga atau keempat nanti.
” Kami di desa sudah siap, baik dari sisi anggaran maupun langkah penanganannya, demi terselesainya stunting di negeri Laha ini,” akui Mewar.
Untuk diketahui, disela-sela kegiatan MoNev ini, ada juga pemberian kudapan kepada anak- anak stunting di negeri Laha yakni, Telur dan buah yang akan berlangsung selama 60 hari kedepan. (Eda L)


