Kelurahan HONIPOPU Ditetapkan Sebagai Kelurahan Moderasi Beragama
Desember 14, 2023AMBON, FM- Kelurahan Honipopu ditetapkan sebagai Kelurahan Binaan Moderasi Beragama.
Penetapan ini dilaksanakan oleh Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena, yang berlangsung di Kelurahan Honipopu, Jumat (20/10/2023).
Wattimena mengatakan, ini merupakan contoh yang baik bagi kita semua untuk membangun Kota Ambon.
Selain itu, lewat kegiatan ini peluang bagi kita untuk belajar berdiskusi dan memahami bagaimana dapat hidup bersama dalam damai meskipun memiliki keyakinan yang berbeda.
“Lewat ATM Ambon sebagai perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama secara khusus dalam bidang Kristen telah aktif melaksanakan kegiatan moderasi beragama sejak tahun 2019 dan telah juga memiliki desa binaan moderasi beragama. Untuk itu, kita dapat merancang dan melaksanakan program-program yang mendukung moderasi beragama di kelurahan Honipopu,” katanya.
Diakui, lewat kegiatan peresmian desa moderasi beragama ini akan menjadi landasan untuk mengembangkan nilai-nilai moderasi, mempromosikan dialog antar umat beragama dan membangun jaringan kerjasama yang kuat diantar berbagai komunitas di sini.
“Saya mengajak seluruh warga kelurahan huni Popo untuk terlibat aktif dalam upaya menjaga perdamaian, toleransi, dan keharmonisan di desa ini. Mari kita jadikan desa bina moderasi beragama sebagai tempat di mana semua warga merasa diterima dihormati dan merasa aman untuk beribadah sesuai keyakinan masing-masing,” harapnya.
Oleh karena itu, bersama-sama kita memperluas semangat moderasi beragama ke seluruh kota Ambon bahkan ke seluruh Indonesia dengan bersatu dan bekerja sama sehingga terciptanya masyarakat yang lebih baik yang menghormati perbedaan dan memandangnya sebagai sumber kekayaan.
Ditambahkan, terdapat beberapa hal yang dapat memotivasi kita semua diantara; pertama, perdamaian dalam perbedaan desa binaan moderasi beragama adalah cerminan komitmen kita untuk hidup bersama dalam damai meskipun kita memiliki keyakinan yang beragam. Marilah kita terus menjaga kedamaian ini sebagai warisan berharga untuk generasi mendatang.
Kedua, pentingnya dialog antar umat beragama adalah kunci untuk memahami satu sama lain. Mari kita terus membangun jembatan komunikasi, karena dalam percakapan yang baik terletak pemahama,n kesepahaman, dan penghormatan.
Ketiga, pendidikan dan kesadaran merupakan hal yang penting untuk terus memperkuat pemahaman akan moderasi beragama. Ini adalah bekal untuk memahami dan mengatasi ekstremisme serta intoleransi. Marilah kita terus mendukung program-program pendidikan yang mempromosikan moderasi ini.
Keempat, kerjasama dan solidaritas tidak ada yang bisa kita capai secara individu. Bersama kita memiliki kekuatan yang luar biasa Untuk menciptakan perubahan positif Mari kita terus bekerja sama saling mendukung dan menjadi satu komunitas yang kuat.
Kelima, kepemimpinan yang bertanggung jawab adalah suatu hal yang menjadi contoh dan menginspirasi warga kita marilah kita menjadi pemimpin yang membawa perdamaian dan kesatuan.(eda L)
