Ditangan Elly, Kemiskinan Ekstrim di Kabupaten SBB Turun Drastis
Agustus 22, 2024AMBON, fokusmaluku.com- Ditangan Penjabat Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat ( SBB), Achmad Jais Elly Angka kemiskinan Ekstrim turun drastis dari yang semula sebesar 16 persen turun menjadi 5,4 persen atau selisih turun 10,6 persen. Sebuah prestasi dan hasil yang patut dibanggakan.
Kepada fokusmaluku.com di Piru, Kamis (22/08/2024) Elly menjelaskan, walau rilis data terakhir kemiskinan di Kabupaten SBB turun, namun tidak boleh terlena, harus ada banyak langkah dan upaya agar dapat menekan lagi hingga 0 persen.
“Jangan terlena karena kita harus bangkit agar angka kemiskinan di SBB turun agar angka kemiskinan di seram Barat turun menjadi 0 persen,” ungkapnya.
Disebutkan, saat ini pemerintah pusat, daerah provinsi Maluku maupun pemerintah di Kabupaten sedang berusaha agar dapat memenuhi keinginan bebas dari kemiskinan ekstrim. Berbagai kerja kolaborasi dilakukan dengan Tugas dan Fungsi setiap lembaga/dan OPD semuanya berlomba-lomba lomba melakukan berbagai hal intervensi melalui kerja gotong-royong.
Meski telah turun di angka 5,4 persen, Elly tetap mendorong dan mensuport seluruh jajarannya untuk bekerja melakukan verifikasi dan evaluasi data,agar dapat diketahui secara pasti.
“Saya tetap mendorong agar angka itu terus turun, saat ini pemkab SBB sementara melakukan verifikasi dan evaluasi data sehingga dapat diketahui secara pasti ada di posisi berapa kita saat ini, karena baginya jika angka kemiskinan kita turun pasti stunting akan turun juga, karena hubungan sebab akibat,” bebernya.
Elly menuturkan, dari angka 5,4 Persen, pihaknya akan berusaha lagi agar di Bulan Desember nanti sebelum penutupan tahun anggaran, angka kemiskinan ekstrim di kabupaten SBB akan turun menjadi 2 persen.artinya, akan turun sekitar 3 persen lagi dalam beberapa bulan kedepan.
Untuk diketahui, dengan mengurangi kemiskinan di seantero bangsa ini, terlebih khusus di Kabupaten SBB kita dapat meningkatkan kualitas kesehatan setiap orang yang hidup secara keseluruhan . Banyak penyakit yang dialami masyarakat ketika hidup dalam kemiskinan dapat dicegah dan diobati jika diberi kesempatan dan terlebih stunting di kabupaten SBB juga akan berakhir. ( Eda L)


