Sanggar Amanesal Gelar Panggung Music Indoor
Oktober 30, 2018AMBON,FM.- Sanggar Amanesal menggelar panggung music secara indoor yang digelar di Manise Hotel Ambon, panggung music ini akan digelar selama tiga hari, 29-1 November 2018
Panggung music ini, selain dilakukan sebagai dukungan implementasi program Ambon Music Office ( AMO) juga memberikan ruang bagi siapapun tamu yang ada pada hotel dimaksud.
“Dalam upaya penuh mendukung Ambon sebagai kota Music Dunia, Hotel Manise kini dijadikan locus, karena saat ini banyaknya tamu dari luar daerah yang menginap, mereka adalah kontingen lomba Pesparani Nasional I untuk umat Katolik, siapapun yang ingin tampil diberikan kesempatan,” ungkap Penyelenggara kegiatan, Semy Toisutta kepada Fokusmaluku.com di Manise Hotel Ambon, (29/10/2018)
Turut hadir juga sejumlah penyanyi lokal Ambon, diantaranya, Joice Pupela, Popy, Ferman dan Ridwan Hayat.mereka dijadwalkan tampil dihari pertama, dianjutkan dengan lagu pop, tradisional, dan tarian yang akan menampilkan penyanyi lainnya.
” Kita buat tiga hari, panggung music ini akan dilanjutkan dengan music pop, tradisional, dan tarian, kita juga ada dorong untuk sastra,” akui Toisutta yang juga merupakan Kepala Pengelola Taman Budaya Provinsi Maluku.
Dari panggung music yang dilakukan selama ini baik di In door ataupun Outdoor justru akan memacu tersosialisasinya Ambon sebagai kota Music Dunia. Sehingga di tahun 2019 nanti kota Ambon sukses sebagai kota music yang diakui dunia internasional versi UNESCO.
Menurutnya, Aplikasi dari perjuangan besar walikota Ambon untuk menjadikan Ambon sebagai kota Music dunia, mesti didukung penuh oleh seluruh insan music di kota ini.
Dalam keseriusan pemerintah kota Ambon, tambah Toisutta, mestinya jangan lagi dibicarakan karena terbukti gagasan brilian selama ini telah dilakukan dan mesti didukung oleh seluruh stakeholder.
” Pemkot memberikan hak penuh kepada AMO, dalam totalitas itu, bukan hanya AMO dan Dinas Pariwisata yang berperan, namun insan music dalam Sumber Dayanya harus mampu memberikan yabg lebih untuk kota ini,” tutur Toisutta.
Dirinya optimis, upaya Pemkot Ambon tidak staknan tetapi akan terus bergerak, mungkin saja 2019 ditetapkan sebagai kota music dunia, akan ada lagi yang dilakukan dalam mengkokohkan eksistensi Ambon sebagai kota Music dunia.
“Kalau wali kota sudah berpikiran seperti itu, bagaimana dengan kita sebagai insan music, bagaimana masyarakat Maluku, sektor swasta, bahkan yang terlibat pada sektor industri, mesti gabung jurus, agar maju bersama. Prinsipnya, pemerintah dimanapun pasti mampu karena sebagai penguasa tentu punya instrumen untuk mewujudkan pikiran dan mimpi, semua kita harus berperan,” Demikian Toisutta. ( FM-09)
