Maret 2025, Maluku Alami Inflasi
April 11, 2025AMBON, fokusmaluku.com- Pada Maret 2025 provinsi Maluku mengalami Inflasi,seiring dengan berakhirnya stimulus diskon tarif listrik di tengah terjaganya daya beli masyarakat.
Realisasi Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku mengalami inflasi pada bulan Maret 2025. Berdasarkan data BPS, Provinsi Maluku mengalami inflasi sebesar 1,72% (mtm).
Secara spasial, inflasi bersumber dari seluruh kota/kabupaten pembentuknya yaitu Kota Ambon, Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tengah yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 2,23% (mtm), 1 ,40% (mtm), dan 0,97% (mtm).
Secara tahunan, inflasi Maluku pada Maret 2025 tercatat sebesar 3,54% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,33% (yoy). Tingkat inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi Nasional yang mengalami inflasi sebesar 1 ,03% (yoy).
Capaian tersebut menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Maluku masih pada Ievel yang optimis utamanya di tengah peningkatan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan realisasi Tunjangan Hari Raya (THR).
Kelompok yang memberikan sumbangan tertinggi pada inflasi yang terjadi di Provinsi Maluku adalah Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar dengan andil inflasi (mtm) sebesar 1,18%.
Terjadinya inflasi pada kelompok tersebut dipengaruhi oleh faktor berakhirnya implementasi paket stimulus ekonomi berupa potongan tarif listrik pada Maret 2025.
Namun demikian, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi pada Kelompok Transportasi dengan andil deflasi (mtm) sebesar 0,01 persen seiring dengan adanya penerapan diskon tarif angkutan udara pada momen HBKN Idul Fitri lalu. (**)


